"Ya Allah, Non Bella," jerit Mak Asih sesampainya di kamar Arga. "Bantu aku Mak, tolong buka kan pintu depan Mak!" titah Arga, yang langsung dilaksankan oleh Mak Asih. Dengan segera Arga menggendong istrinya itu, Arga membawa Bella ke mobilnya. Mak Asih segera membuka pintu depan, dan setelahnya membuka pintu mobil Arga. "Mak Asih ikut aku!" titah Arga. Arga mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Rasa panik yang sedari tadi menyelimuti hatinya. Membuat Arga melajukan mobilnya seperti itu. Mak Asih yang sudah usianya sudah tua, merasa gugup melihat majikannya membawa mobil seperti itu. Diusapnya terus kepala Bella, posisi kepala Bella yang saat ini sedang berada di atas pangkuan Mak Asih, memudahkan Mak Asih mengusapnya. "Hati-hati Mas!" tegur Mak Asih. Lima belas

