Empat puluh delapan

1246 Words

Mamah Rio yang kini hanya tertinggal sendirian, memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Hari ini adalah harinya yang paling buruk di penghujung bulan April ini. Kejadian demi kejadian terus berputar di kepalanya, seperti sebuah kaset rusak yang terus saja terulang-ulang. "Mas Adrian, aku kira memilih kamu dulu adalah keputusan yang benar. Aku rela meninggalkan masa mudaku untuk menikah denganmu. Aku kira kamu akan berubah setelahnya, tapi ternyata aku salah. Kamu semakin menjadi-jadi. Benar kata orangtuaku dulu. Tidak seharusnya aku menikah dengan orang yang tempramental sepertimu. Semua yang sudah terjadi karena cinta, Mas. Karena cinta semua nasihat orangtuaku tidak aku hiraukan." batin Mamah Rio, terus mengingat-ingat kejadian 22 tahun silam. *** "Sofia! Apa yang sudah kamu lakukan, nak?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD