Empat puluh tujuh

1215 Words

Melihat Bella menangis seperti itu, hati Mamah Ani terenyuh. Bella memang bukan bagian dari dirinya sendiri. Tapi, menurutnya Bella lebih berarti dari hidupnya sendiri. Diusapnya pelan kepala anaknya itu, sedari Bella masih kecil. Bella memang sudah sangat dekat dengannya, meskipun saat itu dia masih bukan siapa-siapa di keluarga Papah Delon. "Sayang, sudah jangan menangis lagi! Kamu itu lebih dari segalanya untuk Mamah. Sudah diam! Sekarang ceritakan pada Mamah, apa yang kamu rasakan sekarang setelah hamil?" tanya Mamah Ani mengalihkan pembicaraan. Bella mulai membenarkan posisi duduknya, dan mulai menceritakan semua keluhannya. Mamah Ani yang mendengarkan cerita Bella hanya bisa mengangguk-angguk saja. "Kata orang-orang kalau lagi hamil muda memang begitu, sayang. Muntah-muntah di pagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD