Tujuh puluh

1060 Words

Mendengar Arga yang ikut berbicara padanya, Rio menarik kasar kerah baju Arga. "Jangan bertingkah seperti pahlawan kesiangan untuk Bella, Om! Harusnya Om itu sadar, Bella itu calon istriku, Om tidak berhak bicara disini. Om itu tidak lebih dari seorang pengecut yang mengambil calon istri keponakannya sendiri. Apa Om tidak bisa mencari wanita lain? Apa Om takut dikhianati oleh wanita lain lagi sama seperti dulu Om dikhianati oleh mantan tunangan Om?" teriak Rio. Mendengar semua kata-kata Rio yang seperti itu, Arga yang tadinya sudah mati-matian menahan emosinya kini sudah tidak bisa lagi menahan semua itu. Brugh.. Brugh.. Arga mendaratkan bogem mentahnya dua kali ke pipi kanan dan kiri Rio. "Aku dari tadi diam, Yo. Aku tau aku salah saat itu, tapi itu semua bukan murni hanya kesalahanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD