Enam puluh sembilan

1202 Words

Saat Rio melihat Bella menarik tangan Arga, hatinya bertambah panas bagaikan bara api yang menyala. "Lepaskan Bell! Harusnya aku yang kamu perlakukan seperti itu!" ucap Rio mencoba melepaskan pegangan tangan Bella dan Arga. "Cukup Rio!" bentak Papah Jaya yang sudah mulai tersulut emosi melihat tingkah Rio yang sangat keras kepala. Rio menoleh ke arah Kakeknya itu, dengan sorot mata yang tajam. "Kakek juga membela dia?" Rio menunjuk ke arah Arga. "Hahaha, sudah pasti Kakek membela dia! Benar apa yang Papah sering ceritakan, Kakek dan Nenek jauh lebih sayang dan perhatian kepada Om Arga dibandingkan Papahku dan juga aku. Bela saja terus Kek, bela sampai Kakek puas. Bela laki-laki yang sudah merebut calon istri cucu kakek sendiri!" teriak Rio ke arah laki-laki tua yang kini setengah mati me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD