BAB 82

2363 Words

Malam kembali tiba. Tidak ada cahaya yang menyelusup melalui kotak ventilasi. Cahaya bulan tidak cukup untuk menerangi ruang tahanan anak-anak sehingga keadaannya menjadi lebih cekam. Suhu udara pun turun drastis. Untuk malam ini, cuaca sangat tidak berkompromi karena angin berhembus masuk cukup kencang melalui kotak ventilasi. Membuat ruang tahanan seakan ingin membunuh anak-anak yang dinaunginya. “Hei, sadarlah, Ivan! Sudah kubilang untuk tetap menjaga kewarasanmu, bukan!” bentak Flint untuk kesekian kalinya kepada Ian yang seolah berubah menjadi patung sejak kepergian Count Flow. Ian tetap tidak bergeming. Pangeran Mahkota itu tidak bergerak dari posisinya sama sekali, berlutut kaku menghadap tubuh lemah Lizzy. Kepalanya sedikit menunduk, kedua tangannya tergantung lemas di jeruji.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD