Ketika menghadapi situasi yang mendadak banting setir, Lizzy sudah terbiasa untuk menghadapinya. Bukan sekali-dua kali hal semacam itu terjadi padanya. Kondisi menyebalkan itu sudah menimpa Lizzy sejak kecil, berkali-kali. Maka, Lizzy seharusnya sudah terbiasa. Dia tetap terkejut, tentu saja, namun dia cepat beradaptasi. Seharusnya seperti itu. Anehnya, pada situasi ini, Lizzy tidak mampu segera beradaptasi. Apa yang kau harapkan setelah tiba-tiba saja mendapatkan pengakuan perasaan dari orang yang mendeklarasikan tidak akan pernah mencintaimu? Lizzy terlalu bingung menghadapi mau pun memikirkannya. Mau dipikirkan ke arah mana saja, hanya ada jalan buntu yang menyambut Lizzy. Lizzy tidak bisa, untuk pertama kali dalam hidupnya dia kehilangan ketenangannya. “Elizabeth de Gilbert, kau

