“Yang Mulia, tenangkan diri Anda. Pangeran Noah pasti baik-baik saja,” ujar Hazel untuk kesekian kalinya mencoba menenangkan sang Ratu yang telah kehilangan jiwanya sejak rapat pagi. Victorique duduk di kursi kerja Marquis dengan kepala menelungkup di meja. Tidak mau bertatap muka dengan siapa pun akibat luapan emosi yang bercampur aduk. Victorique terlalu bingung menghadapi masalah ini hingga tak bisa bersikap tenang sama sekali. Victorique merasa sangat dikhianati oleh Noah. “Janji pada ibu bahwa kau tidak akan melanggar perintah ayah.” “Aku janji, ibu.” Nyatanya, dia tetap mengingkarinya. Dia tetap pergi keluar, terlebih di situasi separah ini, rutuk Victorique merasa cukup sakit hati kala otaknya memutar kilas balik empat tahun lalu. Victorique sangat menyayangi Noah. Dia m

