“Ada satu yang masih mengganjal pikiranku sekarang ini.” July memainkan cangkirnya yang sudah kosong sekarang. Ia menatap ke arah cangkir tersebut. Benar, setelah dipikir-pikir, ada yang salah dengan permainan ini. Tidak sama seperti apa yang ia bayangkan sesaat sebelum ia menekan tombol survive yang merupakan jenis permainan kedua yang ia pilih setelah seluruh permainan dari tombol ketiga ia babat habis. “Apa itu?” Sunny berdiri menghadap ke jendela. Ia membiarkan tubuhnya terkena sinar matahari. Sengaja. Ia memang sangat menyukainya. Ditambah, karena itulah pula ia bisa merecharge energinya. “Kenapa aku tidak kembali setelah permainannya usai?” tanya July padanya. Sementara itu, Sunny memejamkan mata. Ia menikmati tiap-tiap sinar yang menghujani wajahnya. Kulitnya yang eksotis te

