July mengerjapkan mata begitu sinar matahari yang masuk lewat celah jendela mengenai wajahnya. Malam sudah berlalu. Entah bagaimana ia bisa berakhir duduk di meja makan dan tertidur di sana. Diliriknya jam yang masih setia menempel di dinding. Sudah pukul sembilan pagi. July mengulatkan tubuh. Sesekali ia menguap. Kemudian mencoba mengingat-ingat apa yang ia lakukan tadi malam sampai ia akhirnya tertidur di atas kursi ini sendirian. “Good morning, July.” Tiba-tiba saja suara seorang perempuan yang juga ia kenali terdengar dari sudut dapur. Ia terlihat sedang menjulurkan tangan ke sebuah panci. Bukan, bukan menjulurkan tangan. Ia terlihat seperti sedang menghangatkan telapak tangannya seolah-olah panci itu adalah api unggun, awalnya begitu yang ada di pikiran July. “Selamat pagi, Sunny

