Perempuan itu bersembunyi di dalam selimut untuk beberapa waktu. Setelah menutup telepon dari kekasihnya yang katanya akan segera datang ke rumah untuk melihat apa yang terjadi, Anne masih gemetar ketakutan. Sementara itu, suara ketukan yang ada di depan pintu sejak tadi sudah mulai berkurang frekuensinya. Dari yang tadinya terdengar begitu sering dan bersemangat, kini ketukan itu beritme lambat dan terdengar tidak sekuat sebelumnya, dimana sebelumnya ketukan di pintu itu terdengar seolah-olah orang di balik pintu tersebut ingin mendobraknya dan menerobos masuk. Anne masih terbayang-bayang akan apa yang ia lihat dari lubang pintu. Meskipun seseorang itu memang terlihat sama saja dengannya, jelas terlihat dari tatapan matanya yang begitu berbeda. Pupilnya tidak terlihat normal. Semua berw

