“Dia tidak berbahaya rupanya,” ujar July yang mengintip seseorang yang ada di balik pintu halaman belakang melalui jendela kecil. Sementara, Sunny duduk di dekat wastafel dengan begitu santai, tidak jauh dari tempat July berdiri dan mengintip ke luar. “By the way, kenapa kau menyuruhku mengintip lewat jendela?” July kemudian menengok ke arah gadis itu. Terlihat, ia terduduk lesu. Tidak seceria saat matahari masih ada di atas awan. “Kenapa kau tidak menjentikkan jarimu saja. Bukankah lebih praktis? Aku tidak perlu menguji nyali untuk keluar dan mengintip dari jendela. Untungnya dia tidak seagresif makhluk-makhluk tadi siang.” Tanpa terus memperhatikan Sunny dan kembali memfokuskan pandangannya pada seseorang yang berdiri di balik pintu itu, July memberondong pertanyaan pada Sunny. “

