bc

Tuan Bravy, Istrimu Tidak Mencintaimu Lagi

book_age18+
6
FOLLOW
1K
READ
revenge
love-triangle
family
second chance
badboy
heir/heiress
drama
tragedy
city
cheating
affair
polygamy
like
intro-logo
Blurb

“Cepat tanda tangani surat cerai ini, Mas.” —Mauren Sanjaya. Suara Mauren (30) bergetar menahan luka. Delapan tahun pernikahan yang ia pertahankan sepenuh hati perlahan hancur sejak hadirnya Moana—wanita muda yang sangat mirip dengan cinta pertama Bravy.Awalnya Mauren berpikir semua hanya sebatas rasa kasihan. Namun perhatian demi perhatian yang Bravy berikan pada Moana berubah menjadi pengkhianatan yang perlahan merusak rumah tangga mereka.Di saat Mauren berjuang menjadi ibu bagi putra pertama mereka, Bravy justru sibuk melindungi wanita lain.Hingga akhirnya Mauren memilih pergi.Namun kepergian Mauren justru membuka rahasia besar yang selama ini tersembunyi.Mauren bukan wanita biasa.Dan lebih mengejutkan lagi, Ayden Dirgantara—adik Bravy yang baru kembali dari luar negeri—ternyata adalah cinta pertama Mauren yang dulu dipaksa berakhir karena perjodohan keluarga. Saat Bravy mulai menyadari bahwa wanita yang paling tulus mencintainya perlahan menjauh, Ayden justru hadir untuk mengobati semua luka Mauren dan putranya.Sementara itu, Moana ternyata menyimpan ambisi besar untuk menguasai Nusantara Grup.Cinta, pengkhianatan, obsesi, dan penyesalan mulai menghancurkan segalanya.Sampai pada akhirnya…Bravy harus menerima kenyataan paling pahit dalam hidupnya. Wanita yang dulu selalu menunggunya kini memilih hidup bersama pria lain—adiknya sendiri.

chap-preview
Free preview
Wanita Lain
Pagi itu di sebuah Rumah Sakit swasta, seorang wanita baru beberapa hari melahirkan seorang bayi yang tampan. Dia adalah istri dari Direktur Bravy Dirgantara, Nyonya Mauren. Mauren mempunyai identitas rahasia yang belum Bravy ketahui. Pagi itu, bayi tampan yang di beri nama Jashon Dirgantara hendak dibawa pulang ke rumahnya. Bravy membawa seikat bunga mawar untuk istrinya, sebagai tanda cinta. Akhirnya penantian mereka selama delapan tahun terbayar tuntas. Kelahiran baby Jashon adalah anugrah untuk pernikahan mereka. Mauren berdiri di depan rumah sakit sambil membawa buket bunga yang indah pemberian suaminya. Sementara Baby Jashon nampak anteng di dalam gendongan Bravy. Bravy begitu bahagia. Ia mencium lembut pipi merah bayi tampan itu. Mauren nampak terharu. Bahkan air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya. “Mauren, aku sangat bersyukur karena kamu sudah melahirkan jagoan kecil ini. Aku mencintaimu, Mauren. Sangat,” ucap Bravy, dengan tangan satu meraih jemari istrinya. Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Muaren dengan lembut. “Aku juga mencintaimu, Sayang.” Bravy masih menimang anaknya dan menatap penuh suka cita. Mauren berjalan lebih dulu kedalam mobil mewah itu. Dan di sinilah awal mula keretakan rumah tangga mereka dimulai. “Moana?” Seru Mauren dengan mata terbelalak lebar. Darah Mauren mulai mendidih. Wanita itu adalah asisten baru suaminya yang baru saja diangkat beberapa minggu ini. “Nyonya Mauren,” sapa Moana dengan lembut tanpa rasa bersalah. “Kenapa kamu duduk di bangkuku? ” “Emmm... Ini Kak Bravy yang menyuruhku, Nyonya.” Kedua tangan Mauren mengepal di kedua sisi, dan makin mengerat. “Turun sekarang dari kursiku, Moana,” ucap Mauren dengan nada rendah namun penuh penekanan. Bravy mengetahui keributan itu. Ia menyerahkan Baby J pada bibi. Langkahnya panjang mendekati mobil hitam miliknya. ”Ada apa ini, Mauren?” tanya Bravy dengan nada yang sedikit meninggi. “Lihat. Lihat, Mas. Siapa yang menyuruh wanita ini duduk di kursi mobilku!” teriak Mauren dengan suara yang lantang. Bravy menatap sekilas. “Ini Cuma kursi, Mauren. Kenapa harus kamu permasalahan. Moana bisa pindah kan kebelakang.” Mauren mundur satu langkah. Tubuhnya mensejajarkan dengan Bravy. “Cuma? Kamu bilang ini cuma? Aku tidak terima. Kau Moana… Pergi sekarang juga.” “A-Apa?” Pupil mata Moana memutar.Bravy menatap Moana dengan iba. “Kamu jangan keterlaluan begini, Mauren.” “Moana kamu pindah kebelakang ya.” “Berhenti.” Langkah Moana terjeda. Wanita itu mendongakkan kepalanya menatap Mauren yang sudah naik pitam. “Apalagi, Mauren? Kamu memang sedang mencari kesalahan Moana kan? ” “Untuk sekali ini saja… berhenti membelanya di depanku.” Mata Mauren tertuju pada sepatu yang dikenakan oleh asisten pribadi suaminya itu. “Sepatu siapa yang kamu pakai?” Moana turun dari mobil. Lalu, Mauren merendahkan tubuhnya. Menarik paksa sepatu itu hingga Moana hendak terjatuh. “Mauren... Kamu sudah sangat keterlaluan!” Bravy menopang tubuh Moana. “Diam kamu, Bravy. Aku sedang tidak bicara denganmu.” Mauren menarik tangan Moana dengan kencang dari dalam mobilnya. “Lepas sepatunya. Itu milikku.” Bravy tak habis fikir dengan sikap istrinya kali ini. Terpaksa Moana bertelanjang kaki. “Ambil sepatunya.” “Sialan nyonya tua ini,” batin Moana. Moana meraih sepatunya dan memberikannya pada Mauren. “Ini sepatu mahal yang aku beli di Prancis dan seenaknya kamu memakai di kaki busukmu itu?” Senyum Mauren terlihat getir. BRAK! Mauren melempar sepatu mahalnya ke tempat sampah. Kedua pasang mata itu melihat dengan jelas. Bagaimana marahnya Mauren saat ini. “Aku sudah tidak sudi memakai sepatu bekas itu! Pergi dari sini sekarang. Dan jangan pernah muncul lagi di depan mataku, Moana!” “Mauren...” kedua alis Bravy terlihat mengerut, menatap istrinya. Namun Mauren tidak perduli. Ia menaiki mobil itu. Terpaksa Bravy mengikuti kemauan istrinya. Meskipun ia berat hati untuk meninggalkan Moana seorang diri di depan rumah sakit dengan bertelanjang kaki. “Kejam sekali kamu, wanita tua! Tenang saja, aku yakin Bravy akan tetap memilihku. Semua hanya tinggal menunggu waktu saja!” gumam Moana dengan kesal. Ia berjalan mencari taksi melewati jalan yang berkerikil. Telapak kakinya yang mulus terasa begitu sakit terkena kerikik tajam. “Aaah...” pekik Moana meringis kesakitan. Ia merasakan ada benda tajam yang menusuk dalam dibagian telapaknya. Wanita itu duduk sejenak untuk melihat apa yang sudah terjadi. Moana syok bukan main. Kakinya penuh luka darah. Pecahan kaca yang menyelip pada bebatuan itu menusuk kakinya cukup dalam. “Perih sekali,” pekiknya. Matanya memerah dengan garis rahang yang mengeras. “Semua ini karena Mauren! Aku akan balas semua perbuatanmu. Kamu Cuma istri yang nggak punya latar belakang apapun. Kalau Bravy sudah bisa aku dapatkan,kamu hanya wanita tua biasa, Mauren.” Moana pikir Mauren wanita lemah yang gampang untuk disingkirkan, namun kenyataan, kali ini dia yang kalah.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
755.1K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.8M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
987.6K
bc

A Warrior's Second Chance

read
364.5K
bc

Not just, the Beta

read
350.8K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook