Telah puas bermain pada benda, Dhenia terbaring pasrah dan saatnya mengikuti gerakan pria itu. Pria ini mulai menyisir setiap inci tubuh Dhenia. Melumat dan menggigit bagian tubuh yang dirasanya dapat mengalirkan gejolak untuk dirinya dan Dhenia. Tak lama, pria itu mulai mengarahkan juniornya ke arah area sensitifnya Dhenia. "Tunggu!" Dhenia menahan pinggul pria itu. "Why?" Pria itu membulatkan matanya. "Karetnya mana? Jangan lupakan itu!" Pinta Dhenia. Oh ya, sudah disiapkan." Pria itu memasang karet yang dipinta oleh Dhenia. "Nikmatilah dan aku menikmatinya juga!" Senyum Dhenia dan desahan mereka beriringan. Pria mulai masuk pada area Dhenia. Akh, Suara itu mengalir kuat seiring hasrta mereka yang mulai memuncak. Jemari Dhenia menjambak rambut pria itu karena menahan rasa perih y

