Bab 39

1208 Words

Bab 39 Sedangkan di ruangannya Naura dikejutkan oleh kedatangan Arsyad yang tiba-tiba. Ditambah dengan raut muka yang dipenuhi amarah. "Naura, aku ingin bicara serius," Naura diam tidak berani berkata apa-apa. Ada rasa takut jika membuat emosi Arsyad meledak. "Apa yang kau inginkan datang kemari?" Tanya Naura ragu. "Seorang dokter akan mengambil sampel pada bayi yang baru saja kau lahirkan?" "Apa sampel? Sampel untuk apa?" "Untuk tes DNA. Aku telah menanyakan segala sesuatunya kepada Dokter Spesialis Genetika, terkait masalah ini." "Haaa? Tidakkah kau bisa untuk mengurungkan niatmu Arsyad?" "Ya benar, aku tidak bisa membatalkan, aku yang akan membayar semua biaya terkait tes DNA tersebut," "Tidak bisakah kita menyelesaikan masalah ini baik-baik, Arsyad?" Naura mencoba untuk berne

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD