Bab 38

1353 Words

Bab 38 "Terima kasih banyak, Dok. Saya tidak tahu apa jadinya jikalau Arsyad benar-benar menginginkan tes itu. Ini saya ada sedikit uang sebagai ungkapan rasa terima kasih sama Dokter. Mohon diterima ya, Dok." Suara Bu Ema terdengar lirih dari dalam ruangan Dokter Rini. Arsyad tercekat... "Seandainya Arsyad benar-benar mengurungkan niatnya untuk tes DNA itu, saya bisa memberikan imbalan lebih dari ini." Kembali terdengar suara Bu Ema. Gedubrak...! Bu Ema maupun dokter Rini menoleh dengan mimik kaget luar biasa. Di ambang pintu berdirilah laki-laki dengan muka memerah menahan amarah, ya dialah Arsyad. "Arsyad...?" Bu Ema melongo. Demikian juga halnya dengan Dokter Rini. "Apa yang baru saja kalian bicarakan?" Arsyad mendekat. "Oh... Tidak! kami tidak membicarakan apapun. Kami hany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD