Tania masih menatap Kak Arfan dalam, sepertinya dia ingin mengenali siapa yang ada di hadapannya. Dia sepertinya tak ingin tertipu hanya karena penampilan mereka sama. Kedua kakak kembarku memang memiliki penampilan dan perawakan yang sama, tapi bukan berarti mereka tak memiliki perbedaan. Sayangnya perbedaan itu hanya diketahui oleh orang terdekat saja, bahkan atasan mereka di kesatuan pun sering salah dalam mengenali mereka. "Habiskan makananmu dengan cepat!" perintah Kak Arfan. Dalam keluarga, memang hanya aku dan Bunda saja yang makannya lambat, maklum kami bukan tentara. Tapi jika di rumah, Ayah dan kedua kakakku akan mendadak ikut makan lambat bersama aku dan Bunda. "Kakak harus pergi lagi ya?" tanyaku pada Kak Arfan saat aku telah selesai makan. "Kakak cuti dua hari, tapi sepert

