"Jangan bengong, kemarin ayam tetangga kita mati lho gara-gara bengong kaya gini," kata Kak Arfin menghempaskan semua pemikiranku. "Ngapain sih Kakak pakai mobil itu, kan kalau mau pakai jenis yang sama bisa pinjam punya Ayah," kataku dengan wajah cemberut. Aku memang tak suka jika harus menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Kedua kakakku, telah memiliki mobil pribadi masing-masing sebagai hadiah saat mereka lulus dari AKMIL dulu. Tapi ketika mereka berdinas di luar pulau, secara otomatis mobil mereka di simpan di rumah. Kedua kakakku walau kami tinggal di kota yang sama, tapi mereka memilih tinggal di asrama daripada tinggal di rumah. Menurut mereka, ketika mereka tinggal di asrama rasanya mereka benar-benar menjadi abdi negara, bukan anak Ayah dan Bunda. "Kakak tuh habis

