Bab 21

1043 Words

Aku duduk manis di bangku belakang mobil pajero sport hitam. Tidak, bukan Kak Arfin yang menyetir, tapi Ayah. Ya, sekarang aku diantar Ayah dan Bunda untuk kembali ke posko KKN. Sedang Kak Arfin, aku tak tahu dia menghilang kemana setelah berbicara dengan Ayah tadi. Untuk perjalanan kali ini, Ayah memang memilih mengendarai mobil sendiri, tanpa ajudan dan supir pribadi. Mungkin Ayah ingin menikmati kebersamaannya dengan Bunda. Maklum, Ayah cukup sibuk dengan pekerjaannya hingga jarang ada waktu untuk Bunda. "Jaga diri baik-baik ya Ra," kata Bunda saat aku telah sampai di tempat KKN. "Ya Bunda, Aira janji, Aira akan berhati-hati," kataku sambil mencium tangan Bunda. "Ini handy talky, alat untukmu berkomunikasi dengan Rifky dan Jajang. Jadi kalau malam-malam butuh mereka, kamu jangan kelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD