Fluffy Puff

1848 Words

"Ada apa, Bas?" Ibas belum mau menjawab. Tapi dia meminta Selly yang membukakan kunci disetiap sudut ruang. Selly mengikuti. Bibirnya membulat melihat tempat ini sudah cukup lengkap dengan beberapa furniture mengisi setiap ruangan. Memang tempatnya agak berantakan. Kain-kain putih menjuntai menutupi beberapa barang rawan debu. Tapi ini cukup nyaman Selly duduk di ranjang berukuran king size. Sepertinya masih baru. Dirasa dari pernya membal. Selly mendengar suara Ibas menelpon Rian. "Sorry, Ian!" Terdengar Ibas sangat merasa bersalah dengan temannya itu. Selly jadi penasaran, memangnya ada apa? Dia berdiri di ambang pintu kamar, tapi Ibas sudah selesai menelpon. "Kenapa sama dede Ian?" Ibas tersenyum kecut. "Hm! Biasa mas Ariba buat ulah lagi. Aku tadi udah denger penjelasann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD