"Baik. Nenek mengerti. Sekarang pergilah, aku akan mengumpulkan kalian dan membicarakan semuanya!" Mustahil untuk bicara dengan hati yang sudah terlanjur kecewa. Jadi, daripada terjadi perpecahan antar keluarga yang sungguh sangat tidak ingin dia dengar diusia senjanya, Nenek Lastri berniat melakukan satu hal. keesokkan paginya. Sesuai dengan rencana, Nenek Lastri memanggil Ibas, Ariba juga akta notaris dan pengacara pribadi yang bertugas mencatat serta menjadi saksi mandat yang dia katakan nantinya. Sungguh, dia lebih suka menjadi nenek pada umumnya. Tanpa harus bersitegang dengan cucu-cucunya sendiri. Namun, baik Ariba dan Ibas adalah keluarga yang tersisa. Jika dia dipanggil yang Maha Kuasa, lalu Ariba berhenti peduli kepada Ibas. Bagaimana nasib anak itu. Yah, dia tau, Ibas sud

