Sesampai Jane di rumah sakit, Rian langsung bersimpuh di kaki maminya. Betapa dia merasa berdosa sekaligus butuh kekuatan dari wanita yang melahirkannya. Jane menyentuh bahu Rian, meminta anak itu bangun. Dia boleh sedih, tapi tidak boleh selemah ini. Jane sangat tahu, Rian itu kebanggaan Randi. Dia paling senang membanggakan kehebatan Rian. Lalu apa yang akan Randi katakan saat melihat Rian putus asa. "Bangun, Rian. Kita lihat papi sama-sama!" Jane menyeka buliran airmatanya. Rian segera bangun dan menatap ibunya dalam, ditambah wajah yang memerah sepenuhnya. Dia menggengam jemari Jane. Jane mengangguk, meyakini Rian dia akan 'baik-baik saja' dan mampu melihat keadaan sang suami dengan ketegaran setinggi gunung himalaya. Semua dugaan yang sejak awal perputar di otaknya kini terjadi. Sua

