"Apa kau masih berharap kembali pada mantan kekasihmu itu?" Tanya Rendi tiba-tiba ketika melihat Vania membalikkan badannya. *** Vania duduk bersandar di dekat jendela kamarnya. Matanya memandang ke luar, menikmati langit senja yang memukau. Sudah pukul lima sore, namun entah mengapa tubuhnya enggan beranjak, setidaknya, pemandangan di luar jendela cukup menghibur hatinya. Kemarin, selepas mengantarnya dan Sumi dari pasar, Rendi pamit langsung pulang, ia bilang tiba tiba ingat ada keperluan mendadak. Entahlah, Vania tidak ingin memikirkan sesuatu yang tidak - tidak, karena alasan kepulangan Rendi terlalu konyol baginya. Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Vania, kembali ia mengingat pertanyaan Rendi kemarin, sebuah pernyataan sederhana namun tak mampu ia jawab karena lidahnya me

