Di saat semua orang istirahat, Bayu memilih diam di kelas menyantap makanan yang dibuatkan ibunya. Namun, baru beberapa suap anak itu berhenti, membuat Hanin yang sedari tadi memperhatikannya sontak bertanya, "Kenapa udahan makannya?" Bayu menggeleng. Sebenarnya Bayu diminta untuk tidak memakan apa pun beberapa jam sebelum pemeriksaan nanti, tetapi sayang juga jika makanan yang susah payah dibuatkan ibunya tak dimakan. "Yung, perut lo sakit lagi, ya?" "Enggak. Apa ya, rasanya semua pemberiannya orang-orang yang gue sayang itu terlalu berharga. Enggak tega gue makannya." "Yeu, nyokap lo bikin itu kan emang buat dimakan, Yung." Pemuda itu tersenyum, membuat Hanin yang sedang menatapnya terpaku untuk beberapa saat. Sudah lama sekali rasanya tidak melihat Bayu tersenyum seperti itu. "Nin

