Begitu dekat

1557 Words

"Bunda, selamat ulang tahun." "Makasih banyak, Nak." "Hayo, suapan pertamanya buat siapa?" Fahmi melibatkan diri ke dalam obrolan anak dan istrinya. "Hm ... buat siapa, ya?" Anggia menatap anak dan suaminya bergantian. Bayu kecil menatap penuh harap, dengan mulut sedikit terbuka saking menggiurkannya kue ulang tahun di tangan sang bunda. Sederhana memang, hanya kue dengan taburan meses di atasnya juga sebatang lilin kecil, tetapi karena jarang sekali menyantap makanan enak, dengan cepat Bayu tergoda. "Kue pertamanya buat Bayu!" kata Anggia semangat sembari menyuapkan sepotong kue ke dalam mulut putranya. Senyum di wajah anak berpipi gembul itu merekah sempurna. Mulutnya mulai mengunyah, membuat pipinya bergerak-gerak lucu. "Bunda sayang sama Bayu. Bunda harap, Bayu bisa tumbuh jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD