5. Kencan Dadakan

1823 Words
Bukan Kenzo Matteo namanya kalau lelaki itu tidak punya trik dan strategi untuk mengetahui dimana tempat tinggal wanita yang sudah mencuri hati serta perasaannya sejak pertama kali Kenzo menatap manik mata secoklat senja milik Grace Jolicia Sean Kusuma. Kenzo sudah memerintahkan security sebelum lelaki itu pergi makan siang dengan Rey tadi siang. Kenzo memberikan perintahnya, mengecek nomor polisi dari mobil yang dikemudikan oleh Grace. Kenzo tahu tentang wanita itu, dia wanita asal Indonesia, begitulah Shareen memberitahu Kenzo sekilas mengenai Grace. Indonesia, Kenzo jadi ingin menjalin hubungan baik dengan keluarga Grace di Indonesia. Setidaknya Kenzo sedang berusaha mencari celah untuk dapat mendekati Grace. “Mau kamu apakan nomor polisi kendaraan ini?” tanya Rey penasaran. “Sudah jangan banyak tanya, kamu cari saja dari mana hotel yang menyediakan mobil dengan nomor polisi ini,” kata Kenzo. Lelaki itu tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, tepatnya Kenzo sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Grace kembali. Masih ada banyak pertanyaan tentang Grace yang hanya bisa dijawab sendiri oleh Grace. Kenzo ingin wanita itu menjelaskan siapa dirinya, tanpa perlu Kenzo mendengar lagi dari orang lain tentang Grace, dia sedang menunggu saat tepat agar lelaki itu bisa mengenal Grace secara baik dan benar. Kenzo akui, pertemuan pertamanya dengan Grace memang jauh dari kata sempurna. Kenzo tidak memperlakukan Grace secara baik, melainkan malah membuat Grace memandang Kenzo seperti lelaki pembawa onar di dalam kehidupan wanita itu. Tidak masalah, asalkan Kenzo masih bisa berada di dekat Grace maka apapun bisa Kenzo lakukan untuknya, termasuk mencari tahu dimana saat ini Grace sedang menginap selama beberapa waktu tinggal di Madrid. Seandainya saja Kenzo diberikan kesempatan, dia ingin menawarkan kediaman pribadinya, atau bahkan memberikan Grace fasilitas mewah dari Hotel Matteo kepada wanita idaman hatinya. Tetapi sepertinya semua hanya ilusi Kenzo semata, mengingat Grace tidak akan mungkin berkenan menerima tawaran dari lelaki itu secara cuma-cuma. “Bagaimana, kamu sudah mendapatkan informasi?” tanya Kenzo kepada Rey, selaku tangan kanan lelaki itu. Rey menganggukkan kepala, pertanda bahwa perintah dari Kenzo telah dia lakukan dengan baik. Rey menunjukkan halaman website dari kepolisian kota, di layar tablet tersebut menunjukkan keterangan kepemilikan dari mobil dengan nomor polisi yang sedang dicari oleh Kenzo Matteo. Mobil tersebut di bawah kepemilikan dari Hotel Regency Madrid Residances. Kenzo Matteo menatap ke arah Rey, pandangan matanya tampak saling menelisik satu sama lain. “Apa yang dikatakan oleh Shareen rupanya bukan omong kosong semata,” ucap Kenzo menepuk pundak Rey. “Memang apa yang dikatakan Shareen kepadamu, Ken?” tanya Rey ikut penasaran. “Wanita ini berbeda, dia tidak bisa aku takhlukkan dengan duniawi. Dia sudah memiliki segalanya, wanita ini sungguh berbeda,” jelas Kenzo Matteo memainkan jemarinya di atas meja kerja lelaki itu. Rey tampak menimang maksud ucapan Kenzo Matteo, dia mengerti bahwa tidak semua orang bisa menginap di Hotel Regency Madrid Residances yang harga sewanya bisa mencapai hargai puluhan juta. Belum lagi Grace juga mempunyai fasilitas berupa mobil mewah keluaran terbaru di negara mereka. Rey yakin benar jika Grace benar-benar dari kalangan konglomerat. Rasa penasaran di dalam hati Kenzo semakin tidak dapat dikendalikan. Lelaki itu segera menghubungi manager Hotel Regency Madrid Residances untuk membuat janji pertemuan dengannya. Kenzo akan mencari celah mendekati Grace dengan caranya sendiri. “Kau mau kemana?” Rey menatap Kenzo yang langsung berdiri dari tempat duduknya. “Ke Hotel Regency Madrid Residances tentu saja,” sahut Kenzo. “Semoga usahamu tidak sia-sia,” kekeh Rey mengejek. Kenzo melakukan tinjuan ringan ke arah bahu Rey. Pewaris Hotel Matteo tersebut segera melajukan mobil mewahnya menuju hotel dimana Grace menginap. Sepanjang perjalanan, Kenzo tidak henti-hentinya bersiul sambari bersenandung renyah, tidak sabar rasanya bagi Kenzo bisa melihat secara langsung tempat dimana wanita idaman hatinya menghabiskan waktu istirahatnya di hotel milik orang lain. Kedatangan Kenzo Matteo ke Hotel Regency Madrid Residances rupanya telah ditunggu-tunggu oleh sang manager hotel. Meski kedua belah pihak sama-sama berkecimpung di dunia bisnis perhotelan, tetapi mereka tetap mengutamakan loyalitas sesama pengusaha sehingga apapun informasi yang keduanya inginkan selalu bisa saling bertukar kabar. Dan hari ini Kenzo Matteo sedang menantikan informasi mengenai Grace Jolicia Sean Kusuma. “Pak Kenzo, ada yang bisa saya bantu?” sapa manager Hotel Regency Madrid Residances kepada Kenzo. “Pak Samuel, senang sekali bertemu dengan Anda. Tentu kedatangan saya bukan hanya untuk berkunjung ke mari,” kata Kenzo dijawab anggukan kepala dari Pak Samuel. “Tentu saja anak muda paling sibuk seperti dirimu tidak akan main-main ke hotel ini. Katakan apa maksud dan tujuan dari kedatanganmu, Anak Muda,” ucap Pak Samuel kepada Kenzo. Kenzo Matteo tentu tersenyum penuh kemenangan. Lelaki itu harus memberitahu Pak Samuel tentang pertemuannya dengan wanita asal Indonesia. “Apakah salah satu tamu hotel ini ada wanita yang berasal dari Indonesia?” tanya Kenzo. “Kenapa memangnya?” ucap Pak Samuel penasaran. “Aku ingin memilikinya,” jawab Kenzo tiba-tiba. Pak Samuel langsung terkekeh mendengar penuturan Kenzo Matteo yang dianggapnya sangat frontal sebab tidak tahu bagaimana cara mengemas kalimat secara baik. Meski begitu Pak Samuel tidak merasa terganggu atas kalimat dari Kenzo. Justru Pak Samuel semakin semangat memberikan pertanyaan kepada Kenzo yang datang kepadanya sambari mengutarakan secara gamblang maksud serta tujuannya. “Sepertinya, aku tahu siapa wanita yang sedang kau maksudkan. Ada satu wanita muda asal Indonesia yang telah menginap di hotel ini hingga beberapa pekan ke depan,” jelas Pak Samuel. Jawaban dari Pak Samuel membuat Kenzo menatapnya penuh arti, lebih tepatnya Kenzo Matteo sedang menunggu penjelasan lanjutan dari Pak Samuel agar dirinya tidak semakin penasaran. Kenzo selalu ingin tahu tentang Grace, apapun itu informasinya pasti terdengar sangat menarik di indra pendengaran Kenzo Matteo yang sudah tergila-gila setengah mati dengan wanita asal Indonesia itu, Grace Jolicia Sean Kusuma. Lelaki itu menunggu Pak Samuel kembali melanjutkan penuturannya. Gesture tubuh Kenzo malah membuat Pak Samuel tidak tahan ingin tertawa. “Hei, kamu seperti penguntit yang begitu penasaran pada targetmu,” keluh Pak Samuel. Kenzo Matteo lantas mengumpat di tempatnya. “Apakah dirimu tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya?” ucap Kenzo tidak terima. Pak Samuel akhirnya memberitahu Kenzo, Grace memang sudah menyewa satu unit apartemen di Hotel Regency Madrid Residance untuk satu bulan ke depan. Pak Samuel tidak tahu apa agenda wanita itu hingga menginap di negara orang sampai tiga puluh hari. Semua itu tidak penting bagi Pak Samuel, sebab kedatangan Grace sudah menjadi salah satu sumber pemasukan di hotel tempatnya mengabdikan diri sekarang ini. Kenzo memutuskan untuk menyewa juga satu unit apartemen di sana. Pak Samuel terkejut, bisa-bisa beberapa jajaran direktur menganggap Kenzo Matteo hanya sedang menjadi mata-mata di sana. Kenzo malah meyakinkan Pak Samuel, jika lelaki itu sampai dipecat maka Hotel Matteo akan siap menerima lelaki itu kapan saja bekerja bersama mereka. Berbekal keyakinan dari Kenzo Matteo, Pak Samuel pun meminta pihak registrasi untuk memproses hak sewa apartemen sekaligus menjelaskan fasilitas apa saja yang akan diterima oleh Kenzo Matteo satu bulan ke depan. Kenzo tidak membutuhkan fasilitas apapun, bisa menghirup satu udara yang sama, di tempat yang sama seperti wanita idaman hatinya saja sudah membuat Kenzo begitu bahagia bukan main. Lelaki itu tak membawa apapun ke dalam unit apartemen barunya. Hanya berbekal keyakinan dan juga harga diri yang dia bawa ke sana. Sedangkan di dalam apartemen Grace, tampak wanita itu sedang menikmati waktu senggangnya membersihkan diri. Mandi setelah beraktivitas tentu saja memberikan kesegaran pada tubuh. Itu juga yang dilakukan Grace kali ini. Sudah setengah jam wanita itu berendam dengan wewangian buah-buahan yang begitu menenangkan baginya. Rasa lelah pada tubuhnya menguap begitu saja ketika air membasuhi seluruh tubuhnya. Perasaan kesal dan juga marah langsung lenyap begitu saja. Grace sedikit melupakan tentang kekesalannya kepada Kenzo Matteo. Wanita itu merasa cukup beruntung tidak jadi menginap di Hotel Matteo seperti rekomendasi dari keluarga besarnya sebelumnya. “Aku tidak tahu apa jadinya kalau aku sampai menginap di hotel milik lelaki itu,” ucap Grace memilin keningnya. Setelah menyelesaikan aktivitas mandinya, Grace segera berganti baju. Dengan rencana mencari wisata kuliner di kota itu, mengisi perutnya yang sudah berdemo meminta jatah makan malam. Grace ingin menikmati makanan-makanan khas Madrid yang sepertinya sangat enak. Wanita itu sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang lokasi maupun makanan ikonik Kota Madrid sebelumnya. Suara bunyi bel membuat Grace menyerngit, siapa kira-kira yang bertamu? Apakah Shareen? Grace bertanya-tanya di dalam hati. “Apa mungkin itu Shareen?” ucap Grace. Tanpa melihat siapa yang datang, Grace membuka pintu apartemennya. "Hai?" ucap lelaki yang sangat tidak ingin Grace temui. Kening Grace saling berkerut heran melihat lelaki paling ingin dia hindari malah berdiri di depan kamar apartemennya dengan senyuman merekah, seperti tidak terjadi apapun pada pertemuan mereka sebelumnya. Grace menengok ke kanan dan ke kiri, dia tidak menemukan Shareen. Ayolah, Grace sangat kesal dengan Kenzo seharian ini. Jangan sampai dia harus menahan kesal malam ini juga. Apa tujuan Kenzo sampai menghampiri Grace di apartemennya? Dan, darimana lelaki itu tahu tempat tinggal sementara Grace selama berada di Madrid? "Kau mengikutiku ke sini juga? Ckck, kau ini psikopat ya?" Grace menggeleng tak percaya. "Aku baru pindah satu lantai di atasmu, kita tetangga sekarang," ucap Kenzo kepada Grace. "Tetangga masa bodoh, minggir," pungkas Grace menutup pintunya apartemennya. Dia berjalan meninggalkan Kenzo begitu saja, di belakangnya Kenzo tak ingin ketinggalan begitu saja. Lelaki itu berjalan mengiringi langkah Grace menuju lift. Kenzo tentu tak akan melewatkan kesempatan bersama dengan Grace. Dia sudah melakukan banyak cara untuk pertemuannya kembali bersama Grace seperti yang telah Kenzo rencanakan sebelumnya. "Kau, akan ke mana?" tanya Kenzo menatap penampilan Grace malam ini. "Kencan," jawab Grace asal. Kenzo menautkan kedua alisnya penasaran, penampilan sederhana namun tampak menggemaskan di tubuh Grace tidak menunjukkan bahwa wanita cantik di depan Kenzo Matteo itu hendak pergi berkencan. Ataukah memang itu gaya berpakaian Grace hingga tidak menampakkan usia sesungguhnya dari wanita berparas ayu jelita tersebut? "Dengan sepatu tali?" tanya Kenzo tak percaya dengan jawaban wanitanya. Kemeja berwarna orange bata, rok jeans dan juga sneaker. Grace nampak seperti gadis yang baru saja menginjak remaja. Apapun yang wanita itu pakai, Grace selalu tampil cantik tanpa polesan makeup sekalipun. Kulit putihnya mendominasi tubuh Grace, kontras sekali dengan bulu matanya yang lentik dan menawan siapapun yang memandangnya. "Memangnya kenapa?" tanya Grace ragu. "Kencan dengan siapa?" sahut Kenzo balik. Grace berpikir, sebelum dia menjawab Kenzo lebih dahulu menariknya keluar dari lift. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan, dengan Kenzo di depan Grace. Wanita itu berusaha melepaskan pegangan tangan dari Kenzo, tetapi lelaki itu tak menghiraukan usaha Grace. "Kau membawaku ke mana?" tanya Grace yang curiga kepada Kenzo. "Tentu saja kencan, apa lagi?" jawab Kenzo dengan senyuman merekah di wajahnya. Sial! Bukan ini kencan yang Grace maksud. Dia hanya ingin mencari cara melepaskan diri dari Kenzo. Entah darimana asal kedatangan Kenzo, sampai-sampai lelaki itu tahu nomor unit apartemen milik Grace, dan berakhir keduanya saling bersama seperti sekarang. Grace memandang Kenzo dari samping, wanita cantik itu sangat penasaran mengapa Kenzo seperti begitu terobsesi kepada Grace yang notabennya baru saja lelaki itu temui beberapa hari terakhir. Apakah wajah Grace mengingatkan lelaki itu pada seseorang di masa lalunya yang tidak bisa dia miliki? Atau, Kenzo menaruh harapan besar kepada Grace, berharap Grace adalah jawaban dari semua kegelisahan lelaki itu selama ini?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD