Saidon akhirnya berhasil mengalahkan musuh, dan peperangan usai. Akan tetapi Saidon berduka sebab peri kesayangannya sudah lenyap dari pelukannya. "Alula... Alula... " rintih Saidon meratapi kepedihannya. Saidon masih memeluk ruang kosong, dia masih tidak percaya jika Alula akan pergi begitu saja. "Alula... Kamu hanya sedang bercanda denganku kan? Kamu tidak meninggalkan aku sungguhan kan? Lalu aku harus bagaimana? Siapa yang akan melindungiku lagi. Katamu peri pelindung hanya akan musnah jika Kaisar mati. Alula... Kenapa kamu membohongiku? " gumam Saidon menangis pilu. "Saidon... Saidon... Jangan bersedih lagi. Karena setelah ini kamu juga akan kembali ke duniamu, " timpal Puca dengan suara parau. Saidon baru menyadari jika dia ternyata sangat berat bila hidup tanpa wanita yang

