49. Sebuah teka-teki?

1405 Words

Malam hari dengan tenang dan damai menyelimuti bumi, angin sepoi Sepoi menerpa kulit cerah putri Liana melalui sela-sela jendela. Saat ini putri itu sedang tenang dan damai, yang sepertinya saat ini bermimpi indah. Namun beberapa menit kemudian keringat membasahi dahi, menunjukkan dalam mimpinya bahwa ia tidak baik-baik saja, apakah saat ini putri Liana juga sedang bermimpi buruk? "Hah!" Putri Liana terbangun dari tidurnya, dengan nafas yang tersengal-sengal ia bangun dan duduk. Diminumnya air putih yang selalu bi marni sediakan di meja seperti biasanya. Setelahnya putri Liana merasa sedikit lega, mungkin juga karena tahu bahwa yang dialaminya hanyalah sekedar mimpi belaka. Ia merenung, memikirkan kembali mimpinya baru saja. Siapa dua orang laki-laki dan perempuan yang memarahinya habis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD