81. Kebahagiaan Hamilnya Ratih.

1312 Words

"Permisi, dengan Putri Liana. Waktunya sarapan pagi." Ujar seorang yang seperti suster dengan datang membawa kereta dorong stainless dan memberikan nampan berisi beberapa makanan pada putri Liana. "Baik dokter, terima kasih." Ujar Ratih, di satu sisi putri Liana memandangi makanan itu tak selera. Ia sudah tahu bagaimana rasanya makanan di rumah sakit. Karena pernah sekali ia menjenguk salah satu karyawannya namun ia tak pernah mau makan, hingga orang tuanya kewalahan sendiri. Setelah seorang wanita yang mengantarkan makanan itu pergi, putri Liana memandangi Ratih. "Katanya makanan rumah sakit tak enak ya, apa benar begitu?" Ujar putri Liana polos, yang membuat semua orang menahan tawanya agar sang empu tak tersinggung. "Bukan tak enak, tapi hambar. Karena makanan di sini hanya sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD