18. Gunung Terbelah

1090 Words

Tidaklah mudah bagi Saidon naik ke gunung sambil menggendong Alula dan Puca. Biarpun Puca merubah diri menjadi yang terkecil tetap saja menambah beban. "Sudah sampai … Akhirnya sudah sampai di puncak," ucap Saidon bangga. Alula turun dari punggung Saidon, kemudian melompat tinggi saking bahagianya. "Loh, bukannya kaki kamu tadi sakit?" tanya Saidon heran. Alula seketika gugup, ketika dirinya ingin mengakui kebohongannya itu Puca langsung meloncat dari dalam ransel. "Karena peri memiliki penyembuhan yang lebih cepat," sela Puca sembari mengedipkan sebelah mata. Walaupun agak curiga, Saidon tetap percaya karena memang di dunia ini apa yang terasa tidak mungkin menjadi mungkin. "Wah… Pemandangannya bagus sekali. Dan tapi sayangnya cuacanya dingin," ujar Saidon. "Benar, tetapi kamu mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD