19. Saudara Kembar Alula

1520 Words

Tiga hari Saidon masih di istana bersama Alula. Dia semakin heran dengan sikap Alula yang aneh. "Saidon, ayo kita jalan - jalan sebentar," ajak Alula. "Iya," jawab Saidon. Begitulah keseharian mereka, hanya jalan - jalan melihat pemandangan dan juga mencari buah - buahan untuk dimakan. "Alula, kapan kita akan pergi dari sini?" tanya Saidon. "Kenapa kamu bertanya begitu? Bukankah kehidupan seperti ini sangat menyenangkan? Damai, dan tidak memikirkan bebas atau menghadapi bahaya," jawab Alula. "Apa maksud kamu?" tanya Saidon masih belum mengerti. "Aku lelah, Saidon. Bagaimana kalau kita hidup berdua di sini dengan damai. Lupakan misi kita. Bukankah kamu selama ini selalu mengeluh mengenai misi untuk melawan musuh Kaisar Azura?" bujuk Alula. Jlep... Saidon kini tahu, jika yang dihada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD