20. Alula dan Alila

1444 Words

Saidon hanya melihat saja ketika Puca dengan sengaja membuat Alila marah, misalnya menghabiskan buah - buahan dan juga menginjak bunga kesayangan Alila. Saidon bahkan ingin tertawa keras saat Alila marah tetapi menahan diri. "Puca, kamu pasti lelah. Ayo kita istirahat ke istanaku," ajak Alila. Sudah di duga, jika dalam keadaan emosi yang tidak stabil Alula tidak akan bisa meniru Alula sepenuhnya. "Sudah! Aku lelah bermain - main terus. Aku tahu kamu bukan Alula, tapi Alila. Sekarang dimana dia?" teriak Puca hilang kesabaran. "Apa maksud kamu? Bukankah Alila terjebak di bunga mutiara?" ujar Alila masih bersandiwara. "Kebohonganmu ini buruk sekali. Alula bahkan tidak ingat mengenai Alila, apalagi mengenai saudara kembarnya yang dikutuk di bunga perak," ejek Puca. "Bagaimana bisa?" pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD