21. Takdir Yang Semestinya

1403 Words

Saidon gantian mandi sendiri, dan dia berniat memakai kaos yang selama ini dipakai oleh Alula. Walaupun sudah dicuci bersih tetapi aroma dari tubuh Alula masih melekat. "Memalukan sekali, aku dulu menganggap dia bodoh dan tidak punya sopan santun. Tapi kini aku merindukan hal itu," gumam Saidon sambil memukul air. Untuk menghilangkan kegalauannya, Saidon menyelam ke dalam sungai. Seketika rasa tidak nyaman itu berangsur membaik. "Kenapa aku harus bingung dengan hal ini? Toh setelah semua misi selesai aku akan kembali ke duniaku. Di sana aku yakin jika bertemu dengan banyak wanita perasaanku akan lebih baik dan melupakan Alula dan sekejap," gumam Puca. Selesai mandi, Saidon kembali ke teman - temannya. Dia kaget ketika melihat tenda miliknya dijadikan tempat wadah buah. "Astaga. Siapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD