"Tetapi, bu ...." Qenna mengusap perutnya dengan lembut. Menunduk ke arah perutnya yang masih datar. "Tetapi apa Qenna?" Bu Aisya masih melihat kesedihan lain di raut wajah anak asuhnya itu. Sekarang bu Aisyah sudah tahu semuanya. Tidak ada yang perlu ia tutupi lagi. Termasuk kehamilannya ini. Dia hamil bukan di luar nikah. Dia hamil dengan status sah pernikahan. Tidak.ada salahnya ia menceritakan pada bu Aisyah. Mungkin dengan begitu, Qenna akan mendapatkan nasehat terbaik dari beliau. Bukan bermaksud untuk membebani perempuan paruh baya itu, melainkan jika terjadi apa-apa, bu Aisyah juga yang akan panik. "Qenna hamil, bu. Hamil anaknya Mas Rafa," ujar Qenna lirih. "Masya Allah, kamu hamil Nak," bu Aisyah menjatuhkan pandangannya pada perut datar Qenna. Tangannya mengusap lembut perut

