Keanehan

1066 Words
Nadin mulai menelusuri setiap kamarnya dan tidak ada foto masa lalu dirinya satupun. Nadin merasa sangat aneh dengan semuanya. Perlahan-lahan Nadin keluar dari kamar dan mencoba mengingat sesuatu. Namun saat mulai mencoba mengingat, Nadin mendengar sesuatu. Suara tangis seorang perempuan. Nadin mencoba mencari sesuatu yang dia dengar. Nadin pergi ke depan rumah dan melihat seseorang perempuan berbaju putih sedang menangis di tengah hujan. Nadin segera mengambil payung dan mencoba menghampiri perempuan itu. "Kamu siapa? kenapa hujan-hujanan begini?" tanya Nadin. Perempuan itu masih saja diam tanpa menjawab. "Nadin, kamu ngapain?" tanya Sisi melihat Nadin yang berada di tengah hujan sambil berbicara sendiri. Nadin menatap ke arah mamanya setelah itu dia pingsan. Mamanya segera membawa Nadin ke kamar bersama suaminya. "Nadin kenapa, ma?" tanya Hendri. "Mama gak tahu, pa. Semenjak dia mulai kuliah kemarin, dia jadi aneh. Katanya dia ngelihat perempuan bunuh diri. Ternyata gak ada yang bunuh diri, pa. Dan barusan mama lihat kalau Nadin bicara sendirian sambil megang payung di tengah hujan, pa." kata Sisi. "Kayaknya Nadin perlu ke psikiater." kata Hendri. .. Keesokan harinya Nadin menjalani terapi. Nadin tidak menunjukkan sesuatu yang aneh. Bahkan psikiaternya bilang itu biasa terjadi setelah koma selama setahun. Papa dan mama Nadin menjadi sedikit lega. "Nyonya, tuan. Saya punya kenalan dukun sakti. Mungkin dia tahu apa yang terjadi sama non Nadin." kata mbok Murti pembantu rumah tangga disana. "Saya gak percaya yang begituan mbok " jawab Hendri. Mbok Murti segera pergi setelah usulannya itu tidak di terima. Mendengar penuturan Mbok Murti, Sisi mengikutinya ke arah dapur. "Mbok, besok bawa saya ke dukun itu, tapi jangan kasih tahu tuan." kata Sisi. "Baik nyonya." jawab mbok Murti. Keesokan paginya, mbok Murti benar benar membawa Nyonyanya pergi ke dukun perempuan yang di ceritakannya. Dukun perempuan itu sekitar umur 40 tahunan. Dia cantik dan ramah tidak seperti dukun-dukun yang ada di setiap film ataupun sinetron. "Selamat datang. Apa yang bisa saya bantu?" Ucap dukun yang di ketahui bernama Sarah. "Begini , nyonya saya mau bertanya apa yang terjadi pada putrinya. setelah koma putrinya bertingkah aneh." kata Mbok Murti. Sarah mulai membaca sebuah mantra. matanya terpejam. Dia sedikit kaget atas penglihatan mata batinnya. "Dia di pilih dan dia terpilih. Biarkan dia. Dia punya kekuatan besar setelah kecelakaan itu. Itu bukan kutukan tapi sebuah keistimewaan. Ada yang melindunginya. Ada yang menjaganya." Sarah membuka mata setelah mengatakan semua itu. Sisi menjadi takut karen ucapan Sarah. Sebagian dia tak paham dengan apa yang di ceritakan Sarah. Tapi dia juga heran karena Sarah tahu mengenai kecelakaan putrinya. "Maksud mbak bagaimana?" tanya Sisi "Putrimu istimewa. Dia terpilih menjadi orang istimewa itu. Mata batinnya telah terbuka setelah kecelakaan itu. Dia akan menjadi orang hebat. tapi, dia juga harus berhati-hati." kata Sarah. "hati-hati bagaimana?" tanya Sisi. "She can see Spirits, atau bahasanya dia bisa melihat Roh, arwah dan sejenisnya. Tapi tidak semua arwah yang dia lihat baik. Yang harus dia waspadai Arwah yang jahat. Tapi kamu jangan Khawatir, selagi dia ada disamping putrimu, putrimu akan baik-baik saja." Jelas Sarah. "Dia siapa? yang melindungi Nadin?" tanya Sisi. "Aku tidak dapat melihatnya. Dia tidak ingin kita tahu siapa dia." kata Sarah. "Apa tidak bisa kalau mata batin Nadin di tutup?" tanya Sisi. "Jangan. Kalau kita melakukan itu, nyawa Nadin taruhannya. Kalau bisa, bawa Nadin kemari. Aku akan membantu Nadin. Agar dia bisa menggunakan ilmu yang dia miliki." kata Sarah. Sisi mengangguk dan mempercayai apa yang dikatan Sarah. Besok dia akan membawa Nadin ke tempat dukun itu. Nadin heran karena mamanya membawanya ke sebuah tempat yang berada di pinggiran kota Surabaya itu. Nadin baru tahu kalau ada tempat teduh seperti itu disini. Rumah tua tapi asri dipandang mata. Nadin menatap wanita yang tersenyum padanya dan wanita itu memintanya masuk. Nadin kemudian masuk sesuai perintah. Nadin mengamati ruangan itu. Ruangan itu di penuhi dengan beberapa keris dan juga batu kristal. "Nadin. Apakah kamu melihat wanita yang sama dua kali? dan dua kali itu juga kamu pingsan kan? wanita itu tidak bermaksud jahat. Dia hanya ingin meminta bantuanmu, Nadin " ucapan Sarah berhasil membuat Nadin terperangah kaget. Bagaimana bisa Sarah mengetahui semuanya. Padahal Nadin belum menceritakannya. "Bagaimana kamu tahu?" tanya Nadin "Kamu sama denganku, Nadin. Bedanya aku hanya bisa melihat tapi tidak bisa membantu. Akan tetapi, kamu berbeda, kamu bisa membantu Roh yang belum menuntaskan masalahnya di dunia. Jangan takut Nadin. Dia tidak akan menyakiti kamu." kata Sarah. Nadin hanya diam. Percaya atau tidak, apa yang dikatakan wanita itu memang benar. "Jika kamu bertemu dengannya. Tanya apa maunya. Dia mau kamu menolongnya, Nadin."kata Sarah. "Aku akan mencoba." jawab Nadin. "Sekarang aku akan membantumu untuk membuka semuanya. Agar rasa takutmu berkurang." kata Sarah. Dia kemudian membaca sebuah mantra sambil memegang tangan Nadin. Nadin mulai melihat sesuatu dalam pikirannya. Setelah ritual itu selesai, Nadin merasa pikirannya lebih enteng dan lega. "Terima kasih sudah menolong anakku." kata Sisi kemudian pamit pergi membawa Nadin. Nadin masuk kedalam mobil. Dia mulai melihat sosok anak kecil duduk dibelakang mobilnya. Awalnya Nadin merasa takut, tapi kemudian dia mengingat ucapan Sarah dan mulai bertanya. "Kamu siapa?" tanya Nadin. "Aku kakakmu, Nadia." jawab anak kecil itu "kakak? aku anak tunggal." kata Nadin. "Percayalah, aku kakakmu. aku selalu ada disekitar mama dan kamu." jawabnya. "Mama tidak pernah bercerita." jawab Nadin. Sisi menatap ke samping. Dia mulai takut karena Nadin berbicara sendirian. Namun dia mencoba memahami itu. "Kak, Nadia." ucap Nadin. Sontak saja Sisi langsung membanting setir. Dia kaget karena Nadin dapat mengetahui tentang Nadia. "Nadin?" ucap Sisi. "Nadin bicara sama kak Nadia, ma. Dia kakak Nadin kan?" tanya Nadin Sisi menangis mendengar itu. Dia tak menyangka dengan apa yang dia dengar dari Nadin. "Kak Nadia mau ngomong apa sama mama?" tanya Nadin. "Nadia sayang mama. Bilang sama mama dan papa, kematian Nadia bukan kesalahan mereka. Ini kesalahan Nadia sendiri. Jadi jangan bersedih lagi. Nadia mau mereka bahagia." kata Nadia. "Baik, kak. akan aku sampaikan." kata Nadin. Nadin mengatakan segalanya yang Nadia katakan. Sisi menangis sejadi-jadinya. Selama ini dia hidup dengan rasa bersalah. Dia mengira kematian Nadia karena keteledorannya. Nadia meninggal karena ditabrak mobil. Dan kesedihan mereka malah membuat Nadia tak bisa pergi ke alamnya sampai sekarang. "Nadia sayang. maafin mama. Mama gak bisa jaga kamu. Mama sayang sama Nadia." Kata Sisi. Nadia tersenyum dan Nadin juga ikut tersenyum. Di balik keistimewaan Nadin, dia bisa mengungkap kebenaran. Samar-samar terdengar suara sirine ambulan. Seorang gadis tengah terkapar dan bersimbah darah. Seorang wanita juga berlari sembari menangis. Keadaannya sangat parah bahkan wajah itu tak terlihat karena banyaknya darah di wajahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD