Nadin dan mamanya sampai di rumah. Arwah Nadia masih mengikuti mereka. Hendri yang melihat istrinya datang dengan menangis pun dibuat heran. Dia tak tahu apa yang menyebabkan dia menangis.
"Papa?" panggil Nadin.
"Kenapa sayang? kenapa mama kamu menangis?" tanya Hendri.
"Kak Nadia ada disini." kata Nadin.
"Kamu bicara apa? kamu cerita apa sama Nadin, ma?" tanya Hendri.
"Mama gak cerita apapun, pa. Kak Nadia sendiri yang cerita sama Nadin." kata Nadin.
"Omong kosong apa ini, Nadin?" tanya Hendri kesal.
"Kak Nadia mau ngomong sama papa. Nadin bisa lihat dia." kata Nadin.
Hendri masih tak percaya dengan apa yang dikatakan putrinya, sementara itu istinya hanya menangis tanpa henti. Setelah itu Nadin pingsan. Selang beberapa saat Nadin terbangun dan keadaannya sudah berbeda. Nadia merasuki tubuh Nadin.
"Papa. Nadia minta maaf. Karena Nadia, hidup papa selama 25 tahun ini tidak tenang. Kematian Nadia murni karena kesalahan Nadia. Papa dan mama harus hidup bahagia. Jaga Nadin dengan baik." kata Nadia.
Setelah itu Nadin kembali pingsan. Dia mulai membuka matanya setelah itu. Hendri mulai percaya dan menangis. Dia tak menyangka kalau selama ini Nadia berada disisi mereka. Anak yang selalu mereka rindukan.
Nadin melihat Nadia yang menatap ke arahnya. Nadia tersenyum pada Nadin.
"Kak Nadia, mau kemana?" tanya Nadin.
"Sudah waktunya kakak pergi. Jaga papa dan mama. Kamu harus bahagia. Selamat tinggal Nadin."
Sosok arwah Nadia mulai menghilang. Nadin menangisi kepergian kakaknya. Dia merasa senang karena bisa membantu kakaknya. Akhirnya kakaknya bisa pergi dengan tenang.
Kedua orang tua Nadin memeluk putrinya dengan erat. Mereka merasa lega setelah mengetahui kebenaran tentang Nadia. Akhirnya, keduanya menceritakan semua tentang Nadia. Mereka tidak pernah menceritakan pada Nadin kalau dia punya kakak. Mereka takut Nadin juga akan menyalahkan mereka karena lalai menjaga Nadia. Mereka hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah selama 26 tahun. Mereka tidak mau kehilangan yang kedua kalinya. Makanya mereka mempertaruhkan segalanya agar Nadin tetap hidup setelah kecelakaan itu.
Malam itu Nadin tidur dengan lelap Setelah terbangun dari koma, baru kali ini dia merasa tidurnya sangat nyenyak.
Keesokan paginya, Nadin pergi ke kampus seperti biasa. Tiba-tiba perempuan yang sering Nadin lihat, melintas di depannya. Nadin mengikuti arah wanita itu berjalan. Dan tempat itu masih sama. Di lantai atas tempat dia melompat waktu itu.
"Kamu siapa?" tanya Nadin.
"Tolong aku Nadin." kata arwah itu.
"Apa yang aku bisa bantu untukmu?" tanya Nadin.
"12 Juni 2016." kata si Arwah lalu tiba-tiba menghilang.
Setelah itu Siska melihat Nadin dan menghampirinya.
"Nadin, Loe pura-pura lupa ingatan kan?" tanya Siska.
"Maksud kamu apa?" tanya Nadin tak mengerti.
"Aku curiga kalau kamu itu cuma pura-pura. Apa kamu beneran gak ingat apa yang terjadi saat kecelakaan itu?" tanya Siska.
"Aku gak tahu. Aku beneran Lupa." jawab Nadin.
Melihat sebuah keributan, Pak Arya yang menjadi dosen melerai mereka berdua.
"Siska, hentikan. Kamu tahu kan kalau Nadin itu baru saja sembuh dari sakit?" ucap pak Arya membela.
Dengan perasaan kesal,Siska meninggalkan Nadin. Karena berada disana, Nadin menanyakan apa yang terjadi dua belas juni dua ribu enam belas silam.
"Pak, ada apa tanggal 12 Juni 2016 disini?" pertanyaan Nadin sontak membuat pak Arya terkejut.
"Maksud kamu apa? tidak ada yang terjadi." kata pak Arya menghindar lalu pergi.
Setelah itu Alisa datang menghampiri Nadin dengan terburu-buru.
"Nadin..!!" teriak Alisa.
"Ada apa, Lis?" tanya Nadin.
"Aku mau tanya sesuatu." kata Alisa.
Setelah itu Alisa membawa Nadin ke belakang Kampus lalu menanyakan sesuatu.
"Pas kamu bilang ada yang bunuh diri, kamu bisa jelaskan seperti apa orangnya?" tanya Alisa.
"Dia cantik, rambut panjang dan dia punya lesung pipit di pipinya." jawab Nadin.
Alisa mengeluarkan ponsel dan menunjukkan sebuah foto yang sesuai dengan apa yang di katakan Nadin.
"Kamu benar, itu Dia." kata Nadin.
Alisa menangis setelah ucapan Nadin.
"Kenapa, lis? siapa dia sebenarnya." kata Nadin.
"Namanya Aisyah. Dia kakak sepupuku dari desa. dia cantik dan baik, dan dia juga pernah berkuliah disini, tetapi setelah enam bulan kuliah, dia di temukan bunuh diri dan meninggal di tempat dimana kamu pingsan kemarin." Jelas Alisa
"Apa itu terjadi tanggal 12 juni 2016?" pertanyaan Nadin membuat Alisa sedikit kaget.
"Bagaimana kamu tahu itu?" tanya Alisa.
"Dia kasih tahu aku." kata Nadin
Nadin mulai menceritakan segalanya, tentang mata batinnya setelah mengalami koma selama setahun. Tentang keistimewaan yang dia miliki.
"Semuanya bilang kalau itu bunuh diri, tapi aku gak percaya. Mbak Aisyah hamil tiga bulan saat meninggal waktu itu." kata Alisa.
Sontak saja pernyataan itu membuat Nadin terkejut.
"Kita harus cari kebenarannya, lis." kata Nadin.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Sore harinya Alisa membawa Nadin ke rumahnya. Dia memperlihatkan kamar yang dulu pernah di tempati Aisyah. Disana juga Alisa memperlihatkan foto-foto Aisyah.
"Aku boleh nginap disini kan?" tanya Nadin.
Alisa mengangguk. Dia ingin tahu apa penyebab hingga Aisyah bunuh diri.
Malam harinya, Alisa dan Nadin tidak tidur. Alisa membiarkan Nadin sendiri didalam kamar Aisyah. Jam menunjukkan pukul dua belas malam. Nadin yang tanpa sengaja tertidur bermimpi.
Aisyah menulis di sebuah buku Diary miliknya. Tepatnya berada di depan Nadin. Wanita itu menulis dengan tangisnya. Diary itu lalu dia simpan di sebuah kotak di atas lemari.
Setelah melihat itu, Nadin terbangun dan memanggil Alisa. Nadin menceritakan apa yang dia lihat. Alisa segera mengambil kursi dan mencari kotak itu di atas lemari.
Alisa tak menemukan apapun. Dia baru ingat kalau semua barang Aisyah di pindah ke dalam gudang rumahnya. Nadin dan Alisa lekas-lekas pergi menuju gudang. Disana mereka berdua mencari kotak itu.
"Alisa, ini kotaknya." Ucap Nadin saat melihat kotak yang ada dalam mimpinya.
Kotak itu terkunci. Alisa tidak tahu dimana kunci itu berada. Diapun mencoba membuka kotak itu dengan parang yang ada di dapur. Setelah itu mereka berdua berhasil membuka kotak itu.
Mereka menemukan Diary itu dan langsung membacanya.
5 January 2016.
aku senang karena bisa berkuliah di kota. Aku juga bahagia karena memiliki keluarga yang baik padaku. Tante dan Alisa sangat baik.
Mereka berdua lalu membaca sebuah pernyataan yang mengejutkan mereka.
10 maret 2016.
Aku jatuh cinta pada Dosenku sendiri. Dia baik. Hari-hariku jadi berarti dengannya. Dan ternyata dia juga membalas perasaanku.
14 Juni 2016
Aku hamil tiga bulan. Aku bingung dan aki takut untuk bercerita pada tante. Dia pasti akan kecewa padaku. Aku akan bicara dengannya terlebih dahulu. kalau dia memang mencintaiku, dia pasti akan menerima bayi ini dan segera menikahiku.
.