Spill bab. 35

1189 Words
Kedua tangan Abian terkepal sempurna. Rahangnya mengeras, tetapi kedua sudut netra pemuda itu mengeluarkan air mata. Ya, Abian yang sudah berdiri di ambang pintu entah sejak kapan, dan sepertinya mendengar sebagian besar pembicaraan dua orang wanita yang berada di ruang persalinan tersebut, merasa sangat geram, marah, kecewa, juga sedih. Semua rasa itu bercampur aduk menjadi satu, hingga membuat d**a Abian bergemuruh. Abian tentu sangat geram pada Tyas karena telah mengancam sang istri. Abian juga marah pada Nada karena sang istri tidak mau mempertahankan haknya sebagai istri Abian dengan terang-terangan membuka jati dirinya. Pemuda itu juga sangat kecewa pada diri sendiri karena sebagai seorang suami dia tidak dapat melindungi sang istri hingga Nada harus merasa terintimidasi seperti itu. Sementara air mata yang keluar dari kedua sudut netra Abian adalah air mata kesedihan. Abian sangat sedih, setelah mengetahui semuanya. Abian yakin, jika Nada menjalani kehamilan dengan tidak mudah. Hal itu diketahui Abian dari penjelasan dokter kandungan yang membantu persalinan Nada dan dari riwayat kehamilan sang istri yang sepertinya bermasalah hingga sang bayi yang baru saja dilahirkan harus dirawat di ruang NICU. Setelah mengembus napas dengan kasar, Abian memilih meninggalkan tempat tersebut untuk menghubungi seseorang terlebih dahulu, sebelum menemui Nada. "Pa, ini Bian. Bian mau mengabarkan jika saat ini, putri Papa sudah Bian temukan, Pa. Papa cepat ke sini, ya. Akan Bian kirimkan alamatnya setelah ini." Ya, Abian menghubungi sang papa mertua karena dari kemarin-kemarin ayahnya Nada selalu ngotot ingin berbicara dengan sang putri setiap kali Abian menelepon. Mau tak mau, Abian lalu menceritakan semua yang terjadi. Setelah menutup panggilannya, Abian kembali ke tempat di mana dia mendengar fakta tentang wanita yang ditolongnya itu. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Abian masuk dengan berjalan perlahan. "Sayang. Kamu masuk, kok, enggak ketuk pintu dulu?" Melihat kehadiran Abian di sana, wajah Tyas berubah pucat. Sepertinya dia sangat khawatir jika Abian telah mendengar pembicaraannya dengan Nada. "Kenapa harus ketuk pintu terlebih dahulu untuk menemui wanitanya?" Jawaban Abian terdengar ambigu. Tyas tersenyum karena memaknai bahwa perkataan Abian, pastilah tertuju padanya. Dokter mata itu tentu sangat senang karena pada akhirnya, Abian mau mengakui dia sebagai wanitanya. Sementara Nada semakin sedih. Dia mengira jika perkataan Abian itu adalah untuk Tyas. "Jangan sedih, Nada. Harusnya, sedari awal kamu terusir dari rumah Ndoro Brata, kamu harus sadar diri, dan meneguhkan hati jika kamu memang tidak layak untuk pemuda itu." "Sayang, apa urusannya sudah selesai? Kalau begitu, ayo kita pergi dari sini!" Ajakan Tyas pada Abian yang terdengar begitu mendayu, menyadarkan Nada dari lamunan. Wanita yang baru saja melahirkan itu lalu menatap Abian, tetapi hanya sekilas saja karena dia tak sanggup menatap wajah yang sangat dirindukan itu lama-lama jika pada akhirnya, mereka tak dapat bersama. "Berhenti memanggilku sayang, Dokter Tyas!" Mendengar perkataan kasar Abian pada Tyas, Nada yang telah mengalihkan tatapannya dari Abian, kembali menatap ayah kandung dari anak yang baru saja dia lahirkan. "Sayang. Kamu ini apa-apaan, sih? Kenapa tiba-tiba berubah gini?" Tyas lalu mendekati Abian. Wanita itu menjadi khawatir, jangan-jangan Abian telah mengetahui identitas Nada. "Aku tidak pernah berubah, Tyas! Bukankah dari dulu, sikapku selalu seperti ini padamu?" "Tidak, Sayang. Kamu itu selalu romantis padaku karena aku calon istrimu." "Calon istri?" Abian memicingkan mata dan tersenyum sinis pada wanita ambisius tersebut. "Kamu harus tahu satu hal, Tyas! Aku sama sekali tidak tidak pernah menyetujui perjodohan itu!" "Bukankah saat itu kamu minta pernikahan kita agar ditunda satu tahun, Bian, dan itu artinya kamu telah menyetujui perjodohan kita, 'kan?" "Aku minta ditunda karena aku ingin mencari istriku dan eyang memberiku waktu satu tahun untuk mencarinya. Sekarang, ketika baru separuhnya dari waktu yang telah disepakati, dan aku sudah dapat menemukan istriku, itu artinya perjodohan kita batal, Tyas!" Nada menatap tak percaya mendengar perkataan Abian. "Benarkah, Kak Bian mencari-cariku selama ini? Benarkah, saat ini dia sudah mengetahui siapa aku?" "Tidak, Bian!" Tentu saja Tyas tidak terima. Dia sudah berkorban banyak selama ini dengan mengikuti kemana pun Abian pergi untuk mencari sang istri agar dia dapat menggagalkan pencarian Abian. Tyas tentu tidak rela jika pada akhirnya, harus berakhir seperti ini. Pengorbanan Tyas selama beberapa bulan ini, sudah sangat banyak. Dia harus rela menginap di penginapan murah dan rela menempuh jarak ratusan meter dengan berjalan kaki, demi mengikuti ke mana pun Abian pergi. Dan jika pada akhirnya, semua yang dia lakukan harus sia-sia, Tyas takkan pernah rela. "Sudahlah, aku malas berdebat denganmu! Sekarang, pergilah karena aku ingin melepas rindu dengan istriku!" Abian hendak mendekat ke arah ranjang Nada. Belum sempat pemuda itu melangkahkan kakinya, Tyas kembali berteriak. "Aku akan adukan ini pada eyang, juga papa! Kamu tahu 'kan akibatnya jika sampai papa marah padamu? Perusahaan papamu yang akan kena imbasnya, Bian!" ancam Tyas, kemudian. "Aku tak peduli karena aku yakin, sebentar lagi papamu tidak akan dapat berbuat apa-apa!" Abian menatap sinis pada Tyas. "Sudah, sekarang pergilah untuk mengadu!" usirnya kemudian. Setelah Tyas berlalu dari ruang persalinan tersebut, Abian lalu mendekat ke arah Nada. Pemuda itu berdiri di samping ranjang pasien dengan tatapan mengunci kedua netra sang istri. Untuk beberapa saat, keduanya terdiam, dan hanya saling memandang dengan tatapan yang menyiratkan kerinduan. _____ The Last _____ Dengan sangat menyesal, aku harus mengakhiri cerita ini sampai di sini ?? karena cerita ini telah disetujui untuk terbit cetak di salah satu penerbit. So, versi tamat yang sebenarnya ada di buku yang InsyaAllah akan mulai proses terbit cetak setelah lebaran. Bagi kalian yang penasaran dengan kebucinan Abian setelah menemukan istrinya, bisa pantau sosial mediaku untuk mengetahui kapan buku ini open PO. (ig. hind_hastry/ sss. Hind Hastry) atau bisa juga melalui SW-ku, silakan berteman denganku di nomor nol81 tiga25 nam02 nam92, paham 'kan, yah ?? Semua masalah yang belum selesai pada cerita ini, ada di versi cetak. * Kondisi bayi Nada yang lahir prematur dan bermasalah, akankah dapat diselamatkan? * Bagaimana reaksi Tyas ketika mengetahui jika ternyata sang papa adalah seorang penipu dan pembunuh berdarah dingin? *Bagaimana sikap keluarga besar Abian, setelah mengetahui siapa sebenarnya Nada? * Apakah orang tua Nada akan tetap merestui kelanjutan pernikahan Nada dengan Abian dan bersedia menjadi wali dari pernikahan ulang mereka berdua karena pernikahan sebelumnya di bawah perwalian Pak Mul yang ternyata bukan ayah kandung Nada, setelah mengetahui jika sang putri diperlakukan dengan sangat buruk di kediaman Ndoro Brata? * Kehadiran kembali Zizi yang merupakan cinta pertama Abian, di saat hubungan keduanya terjegal restu orang-tua Nada, akankah mampu menggoyahkan keteguhan hati pemuda itu lalu berpaling dari sang istri? So, nantikan, yah ... dan pastikan kalian memeluk buku 'Asa Di Ujung Senja' ? Terima kasih aku ucapkan untuk kalian semua yang telah hadir di sini. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan di hati ?? Salam sayang, Merpati_Manis ? Spill lanjutan bab 35 "Aku mencintaimu, Nad, sangat mencintaimu. Berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkanku lagi meski apa pun yang terjadi. Berjanjilah padaku bahwa kamu akan mempertahankan aku. Jangan seperti tadi, Sayang. Jangan lemah hanya karena ancaman. Kamu harus berani mempertahankan hakmu. Aku suamimu, Sayang, aku milikmu." Abian semakin mengeratkan pelukan. Dia benar-benar tidak mau terpisah lagi dengan istrinya. "Bayi itu bukan anakmu, Dik, karena aku telah berhasil meniduri istrimu sebelum dia meninggalkan rumah eyang!" bersambung ... Bab selanjutnya bisa dibaca di buku, yah. Untuk informasi dan pemesanan, akan aku informasikan lebih lanjut. Terima kasih
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD