“Tuan,” Lisa memanggil Danis yang sedang duduk menemani istrinya di ruang tengah. “Apa?” “Maaf Tuan, ada tamu mau ketemu sama, Tuan.” “Tamu?” Danis melihat ke arah jam dinding, “Apa ini ga terlalu pagi?” “Maaf Tuan, ini dari kepolisian.” Mendengar kata kepolisian, Luna yang sedang duduk bersandar di badan suaminya segera melihat ke arah Lisa. Dia sepertinya tahu tujuan para anggota kepolisian itu datang ke rumahnya. Hari ini memang sudah 3 hari sejak kematian Roy. Danis pun memilih untuk bekerja dari rumah sambil menemani sang istri yang masih sedikit kehilangan keceriaannya. Hati Luna masih berduka. “Mereka ga cari saya?” tanya Luna. “Saya ga tau, Nyonya. Tapi mereka tadi cuma menanyakan Tuan Danis.” “Udah sayank kamu di sini aja. Biar aku yang temuin ya.” “Tapi Dan, aku juga in

