Luna dan Danis sekarang sudah ada di depan ruang periksa Dokter Vania. Mereka sudah menyerahkan hasil dari tes laboratorium yang mereka lakukan tadi pagi. Sekarang hanya tinggal tunggu dipanggil, karena saat ini dalam ruangan sudah ada pasien yang sedang berkonsultasi dengan dokter Vania. Luna dan Danis menunggu di kursi tunggu yang ada di depan ruangan praktek. Luna yang seharian sibuk dengan pekerjaan di butik, kini memegang sebuah makanan untuk dia santap sambil menunggu antrian. “Kamu kalo makan jangan belepotan donk. Malu di liatin orang tuh.” “Eeh belepotan ya? Yang mana? Bantu bersihin ya.” Danis segera mengambil tisu yang baru saja dikeluarkan Luna dari dalam tas yang dibawanya. Danis membersihkan sudut bibir Luna yang terkenal sisa makanan yang sedang dinikmati oleh istrinya i

