“Selamat pagi, ada yang bisa di bantu?” tanya seorang pekerja di laboratorium yang ditunjuk olrh Dokter Vania. “Saya sama istri mau pemeriksaan atas reverensi Dokter Vanis. Ini suratnya,” jawab Danis sambil memberikan surat dari Dokter Vania. Suster mengambil surat sebentar dan membacanya, “Tunggu sebentar ya, Pak. Saya siapkan dulu peralatannya.” “Iya.” Setelah pegawai itu pergi, Danis mendatangi Luna yang duduk di ruang tunggu sendirian. Luna yang melihat Danis dari tadi, menunggu apa yang dikatakan oleh dan saat pemuda itu berjalan ke arahnya. Danis segera duduk di samping sang istri, kemudian tersenyum. Dia hanya mengatakan kalau semuanya sedang dipersiapkan. Jadi mereka hanya tinggal menunggu panggilan saja. Di belakang tembok tempat para pegawai laboratorium sedang berkumpul te

