"APA?!"
"Kak ih, malu sama tetangga, jangan teriak-teriak!"
"Ya habisnya bunda kok baru bilang sekarang,"
"Ya mau gimana lagi, orang itu aja mendadak banget."
"Ya tapi- "
"Udah kak, kasih Ayah sama Bunda kesana ya. Kita pulang cepat kok." Kata yang sedang Haris meyakinkan Mimi.
"Oma kamu disana lagi sakit kak, boleh ya Bunda sama Ayah kesana." Bujuk Laras
"Yaudah, perkiraan nya kapan pulang?" Tanya Mimi
"Seminggu."
"Oke. Mau Mimi bantu isi koper enggak?" Tawar Mimi.
"Enggak, kamu isturahat aja keatas sana!"
Mimi pun mengikuti perintah Laras. Ia sedang tidur-tiduran dikasur sambil memainkan handpone nya. Dia mempunyai ide untuk mengajak kedua sahabat nya menginap. Berhubung rumah orang tua Mimi pergi kerumah Oma.
The Girls
Anda, Zaufafafa, dan Celililin
Sahabat besok nginep dirumah gue ya
^_^
Zaufafafa
Ngapain?
Orang tua gue pergi kerumah Oma, gue sendiri dirumah.
Zaufafafa
Mereka ngapain kesana?
Celililin
Banyak tanya lo!!
Zaufafafa
Yakan namanya gak tau:((
Mau atau gak?
Celililin
Gue sih mau-mau aja. Lo @Zaufafafa
Zaufafafa
gue? Ada makanan gak?
Ada kok. Oke jadi fiks nih?
Zaufafafa
Iya
Celililin
^2
(Read)
Mimi pun mulai tertidur, karena nanti subuh orang tuanya akan berangkat. Besok Mimi gak sekolah, izin. Dia izin ingin mengantarkan orang tuanya.
###
Sekarang Mimi sedang berada dibandara, dan sedang berpelukan dengan sang Bunda.
"Bunda sama Ayah gak akan lama kok Mi,"
"Bener ya?"
"Iya."
"Dahh Mimi."
"Dah,"
Mimi melihat Bunda dan Ayah sudah masuk kedalam pesawat. Mimi mulai berjalan keluar dari bandara itu, tetapi karena lapar Mimi pergi ke cafe terdekat.
"Mbak nasi goreng nya satu porsi ya."
"Iya pak, silahkan ditunggu nanti saya antar,"
'Kayak kenal sama suaranya' -batin Mimi. Mimi memperhatikan gerak-gerik laki-laki yang sedang memesn itu, saat dia ingin berjalan kearah meja, Mimi langsung menyadari orang itu adalah gurunya, Rendi Juniardi.
Mimi bertanya-tanya sedang apa Rendi ditemapt ini, tidak mungkin ia kesini hanya untuk membeli nasi goreng. Tanpa aba-aba Mimi langsung menghampiri meja Rendi.
"Assalamu'alaikum pak!"
"Wa'alaikumsalam, Lho kamu! ngapain disini?! Jangan-jangan kamu nguntit saya lagi!" Tuduh Rendi sambil menunjuk mimi.
"Ish! Ngapain sy nguntit bapak kurang kerjaan," balas Mimi
"Terus, kamu ngapain disini?"
"Habis ngantar Bunda sama Ayah,"
"Emang mereka mau kemana?"
"Kepo deh bapak, sejak kapan bapak galak jadi kepo?" Kata Mimi sambil mentertawakan Rendi. Rendi yang di tertawakan hanya bersikap acuh.
"Bapak sendiri ngapain disini?" Tanya Mimi.
"Kepo,"
"Yaudahlah pak malas debat saya. Lapar nih." Kata Mimi sambil mengelus perutnya didepan Rendi.
Mimi pergi memesan makanan tapi saat kembali ke meja Rendi, Rendi sudah tidak ada disana.
Mimi pun mulai memakan, makanan yang ia pesan. Dan tak memusingkan kemana perginya Rendi.
Selesai memakan makanannya Mimi pulang kerumah menaiki taksi. Sampai dirumah Mimi menghela nafas plean sambil melihat rumahnya- ralat rumah orang tuanya. Empat kata yang mendefinisi rumah nya, Sepi.
"Zaufa sama Celin kapan datang nya ya." Monolog Mimi
Tiba-tiba bel rumah Mimi berbunyi, Mimi mengira bahwa keua sahabat nya yang datang, tetapi ia salah yang datang adalah seorang gadis.
"Permisi, cari siapa ya?" Tanya Mimi dengan sopan kepada gadis tersebut. Cantik? Tentu saja gadis itu sangat cantik, kulit putihnya, mata hitam pekatnya, dan bibirnya yang tipis dan jangan lupa ada t**i lalat di hidung sebelah kanannya.
"Cari lo."
"Maaf kayaknya anda salah orang,"
"Gak, saya gak salah orang kok, gue mau cari Mimi. Mimi Kholifah."
"Maaf tapi siapa ya? Sepertinya saya tidak pernah mengenal anda," kata Mimi
"Hahaha. Lucu sekali, gue sahabat lo Mi, Vanilla Cake." Ucap Vanilla.
"Oh maaf gue gak ingat apa-apa." Kata Mimi
"It's ok itu wajar kok," kata Vanilla.
"Jadi... gue gak dipersilahkan masuk?" Tanya Vanilla
"Oh, i-iya lupa. Ayo masuk!" Ajak Mimi
Vanilla dan Mimi masuk kedalam rumah, Mimi mempersilahkan Vanilla untuk duduk disofa sementara Mimi mengambil minuman.
Tentu saja Vanilla tidak berdiam diri disopa, ia mengelilingi ruang tengah tersebut. Hingga terdengar langkah kaki, Vanilla langsung duduk rapi disofa.
Mimi datang dengan minuman dan beberapa camilan ditanganya.
"Ini, minumlah dan makan camilan nya!" Kata Mimi smabil tersenyum manis.
"Makasih. oh iya, lo mau tau gak lo dulu kayak apa?"
"Mmm, boleh." Jawab Mimi
"Lo itu dulu sahabat gue, kita selalu sama-sama. Lalu gue menyukai salah satu kakak kelas kita yang bernama Rendi. iya, Rendi yang sama dengan yang mengajar di SMA Nusa Bangsa. Gue dan Rendi berpacaran, dan sekarang gue tunangan dengan nya. Tapi lo ternyata suka sama Rendi dan merebut Rendi dari gue. Dari situlah persahabat kita rusak. Tapi gue melupakan yang lalu dan memafkan Mimi Kholifah, bukanya lo ngulang kelas ya? Gue berharap lo gak merebut Rendi dari gue lagi." Jelas Vanilla.
Kemana Mimi? Kenapa dia tidak membalas perkataan Vanilla? Gadis itu sedang memegang kepala nya terasa sakit. Sedetik kemudian Mimi pingsan.
"MI! MIMI!"
"MI LO GAK PAPA KAN?!"
Mimi mulai membuka matanya perlahan. Dia melihat sekitar, dia bingung bagaimana bisa ia berada di Dapur. Sedangkan terakhir kali ia berada di ruang tengah sedang berbicara dengan.... Vanilla.
"Kenapa gue bisa disini?" Tanya Mimi, kearah kedua sahabatnya. Iya. Yang tadi meneriaki nama Mimi adalah kedua sahabatnya, Zaufa dan Celin.
"Ya mana kita tau, kita tuh khawatir bangat tau gak sih. Tiba-tiba aja lo gak nafas!" Kata Zaufa yang terdengar sedikit teriak. Perkataan Zaufa tak dihiruakan oleh Mimi. Gadis itu malah menanyakan sebuah pertanyaan.
"Kemana Vanilla?"
"Vanilla? Kayak pernah dengar." Kata Celin
"Yang tadi diruang tengah sama gue itu,"
"Kita gak ngeliat apa-apa Mi. Kita datang-datang gak liat orang diruang tengah." Kata Zaufa
Mimi makin bingung, apkah itu mimpi kenapa terasa jelas. Mimi langsung berlari ke ruang tengah dan tidak melihat minuman dan camilan yang ia berikan ke Vanilla tadi, tetapi ia melihat kotak kecil dan sebuah sticky note.
Mimi mengambil nya dan membaca nya, tepat saat itu juga Zaufa dan Celin datang.
"Woah, kita apa itu?" Tanya Celin.
"Kok kotak itu bisa disini sih? Bukan nya tadi gak ada ya." Kata Zaufa
"Lha iya!" Mimi tidak memperdulikan kedua sahabatnya dan membaca sticky note.
'Maaffin gue, gue egois. Gue gak rela melihat lo dengan Rendi. Dan melihat Rendi lebih dekat dengan lo setiap hari. Padahal gue yang ngenalin lo dengan Rendi. Tapi kenapa lo bisa dekat denganya hingga mempunyai sebuah hubungan? Jika suatu saat kalian berpisah janga salahhin gue, karena waktu itu gue sudah memperingatkan kalian tapi kalian malah makin nekat. Jadi goodbye~'
-yourbestfriend
Perlahan Mimi membuka kotak kecil itu, dan terlihat benda kecil bundar. Berwarna perak, dengan bertuliskan inisial nama. R&M.....