27

1298 Words

“Sayaaang banguuuun, makan dulu yook, kamu belum sarapan loh, ini sudah siang," Roi menepuk lembut pipi Zee. Zee membuka matanya dengan berat. Ditatapnya wajah Roi yang tersenyum. "Kamu mau bunuh aku ya Roi?" tanya Zee dengan suara lemah. Dahi Roi mengernyit. "Maksudnya apa sayang?" tanya Roi bingung. "Heeeh pura-pura bingung lagi, udah tahu aku lemes gitu masih aja terus, kok ada orang kayak kamu, nggak ada lelahnya, nggak selesai-selesai, kalo kayak gini aku bisa mati muda tahu," ujar Zee dengan suara lemah. Dan Roi tertawa geli sambil menepuk-nepuk pipi Zee. "Ketawa lagi, heran deh, kok nggak kasian liat aku yang lemes gitu," ucap Zee lagi masih meringkuk di dalam bedcover. Roi mendekatkan wajahnya pada wajah Zee. "Tahu nggak, kalo sama kamu aku nggak bisa berenti, pinginnya n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD