Tidurlah Zee, sudah malam, taruk dulu ponselnya dari tadi nggak lepas-lepas deh,"ujar Roi yang melihat Zee yang masih asyik dengan ponselnya. "Papa, Roi, nih nanya aku, ya aku bilang ngikut kamu, dia kawatir aku kenapa-napa, papa hadir di pernikahannya tadi," suara Zee berubah serak dan meletakkan ponselnya. Tidur menyamping memunggungi Roi. Dan berusaha memejamkan matanya. Roi melihat Zee dari belakang, teringat pada seseorang yang memiliki postur tubuh sama, yang ingin Roi lupakan, seketika dadanya sakit. Ia mengerang perlahan memegangi dadanya dan memejamkan mata dengan erat. "Roiiii kamuu, kamu sakit?" tanya Zee melihat Roi dengan penuh kawatir. Roi membuka matanya dan kaget Zee ada di depan wajahynya, sangat dekat, sampai napas Zee menyapu wajahnya. Roi memalingkan wajahnya s

