Athaya yang tengah memoleskan liptin di bibir manis miliknya itu, menghela napasnya pelan.
Sedangkan Abel sudah menggelengkan kepalanya sembari berkacak pinggang, Abel dan Athaya saja sudah siap dan rapi, sedangkan Ardhan dan Aldi sibuk mondar-mandir sedari tadi.
"Lama amat abang sama papa ma,"Athaya berujar dengan wajahnya yang sudah tertekuk.
"Aldi! Ardhan! Lama amat! Cepetan entar keburu selesai acara makan malamnya,"teriak Abel yang sudah memenuhi seisi ruangan.
Athaya beralih dengan memainkan ponselnya, untuk sekedar membuka notif atau hanya untuk melihat-lihat i********:.
Ardhan turun dengak baju kausnya dan celena pendek miliknya kemudian disusul juga dengan Aldi.
"Ardhan nyariin celana pendek upin ipin punya Ardhan mama,"dengus Ardhan kesal.
Upin dan ipin adalah film kartun kesayangan Ardhan, bahkan ia selalu memakai barang yang identik dengan upin-upin, entah gambar ataupun stiker, sampai ke celana dalam sekalipun.
"Aku lagi nyari celana pendek doraemon milik aku sayang,"sambung Aldino.
Abel kemudian mengarahkan tanganya kearah dahinya,lalu mengusapnya pelan, ia sangat heran dan bingung bagaimana cara menghadapi dua laki-laki penyuka kartun yang berbeda itu.
Abel kemudian menautkan sebelah alisnya,"Ardhan, kamu bisa kan pakai dalaman tinkerbelle?"
Sedangkan Athaya sudah tertawa lepas.
"Diem! Ntar gue cium lo baru bungkem,"Ancam Ardhan dengan lotottan matanya.
Susah punya kakak m***m, apa-apa pengen di sosor.
Athaya langsung bungkam, kemudian melanjutkan aktifitas bermain ponselnya kembali.
Sedangkan Ardhan sudah mengerucutkan bibirnya,"Mama dalaman yang itu udah ada kreasi bolong-bolongnya."
Kemudian mata Abel jatuh ke celana pendek milik Aldi, begitu juga dengan Ardhan.
"Astaga, dalaman kalian itu ketuker."
Aldi dan Ardhan kemudian saling bertatapan.
"Papa balikin dalaman upin-upin Ardhan."
"Kamu juga pakai dalemen doraemon papa!"
"Astaga! Sudah berantemnya, sekarang silahkan tukeren, dalam waktu 5 menit harus selesai,"ucap Abel tegas.
Aldi dan Ardhan langsung melepaskan celananya, namun Abel menahanya,"Kalian mau ngapain?"
Ardhan dan Aldi langsung memutar bola matanya jengah secara bersamaan,"Tadi katanya tukeran,"ucap mereka serentak.
Abel menghela napasnya sejenak,"Enggak disini juga, yawlah."
Aldi dan Ardhan langsung memutar badan mereka untuk mengganti pakaian mereka, dan Abel sudah terduduk disebelah Athaya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
Cewek-cewek hitz padipura
Athaya cantik : Mau Dinner ni, join?
(Send a picture)
Angela : Yawloh itu body atau gitar spanyol? Wkwk.
Anisa : Ini temen? (: Dinner kagak ngomong lagi?
Andine : Ardhan ada?
Athaya : Gitar Rhoma Ngel (:
Athaya : Bareng keluarga say.
Anisa : Dinego aje say, pasti bisa say.
Angela : 2^
Andine : 3^
Angela : Gitar Rhoma? Wah kagak berujung tu.
Anisa : Iya kayak cinta mamang mus sama lo.
Athaya : Ada kok tadi lagi berebut celana dalem bareng bokap.
Anisa : Ngakaks so hard.
Angela : 2^
Andine: 3^
Athaya : Kalau mau join ikut aja, gpp.
Angela : Gue mau ikut nyokap and bokap pergi ke acara reuni makan malam temen SMA nya.
Anisa : 2^
Andine : 3^
Athaya : Enggak maksa, syukur malah lo pada enggak ikut, jatah makan menipis wkwk.
"Athaya ayok!"
Athaya mendoangak, melihat Abel yang sudah nenyandangkan tasnya.
Akhirnya Athaya memasukan ponselnya kedalam tasnya, lalu ikut berdiri untuk pergi.
"Dari tadi kek,"keluh Athaya.
Gadis itu melenggang keluar rumah mengikuti langkah Abel, Aldi dan Ardhan yang sudah terlebih dahulu keluar.
"Ada cewek cakep enggak disana pa?"tanya Ardhan yang duduk dibelakang bersama Athaya.
Aldi yang sedang fokus nenyetir tersenyum tipis,"Banyak kok, apalagi para Alumni padipura, itu uhhh badanya semok semok kayak ayam teletubies."
Abel langsung melotot bersamaan dengan kekehan Ardhan dan Athaya,"Kamu bilang apa?"
Aldi tersenyum manis, lalu mengacak pelan rambut Abel,"Semokan kamu kok pada ayam teletubies."
"Tangan siap mendarat bebas, kalau kamu macem-macem,"ancam Abel dan Aldi sudah cemberut.
Athaya menghela napasnya pelan,"Bang, udah berapa kali Athaya bilang, jangan mainin Andine, dia temen Atha bang, kalau niatnya dari awal emang maunya cuma main-main mending putusin, daripada nyakitin."
Ardhan kemudian tersenyum kecil, laki-laki itu merapikan jasnya sejenak,"Siapa yang main-main? Gue salah yah deket sama cewek lain walau udah punya pacar?"
"Kagaklah! Nasib cogan emang gitu, ya kan Ardhan? Papa juga selalu direbutin dipadipura dulu kok,"timbrung Aldi lagi.
Abel mengok kearah Ardhan,"Emang enggak salah kalau deket doang, tapi masalahnya kamu pacarin, cewek mana yang enggak sakit kalau diselingkuhin coba? Seharusnya kamu tau pada saat kamu pacaran, itu lagi ada perasaan seseorang yang harus kamu jaga,"Abel berujar dan Ardhan hanya menunduk diam.
Athaya kemudian berdecak,"Atha aneh deh sama abang, buat apa sih ngoleksi pacar banyak-banyak?"
Laki-laki itu kemudian menyengir kecil,"Buat jadi winner up pemecah rekor muri 2017."
Abel dan Athaya menatap laki-laki itu dengan kilatan mata serentak,"Lah geblek, winner itu yang berbobot,"celetuk Athaya.