"Kenapa?" Athaya mengerutkan dahinya, kepada Aroon yang sudah duduk dihadapannya saat ini. Tumben, malam ini Aroon mengajaknya untuk makan malam di kafe, biasanya juga Aroon bakal ngajakin ke perpustakaan kompleks, toko buku atau sekedar nonton doang. Aroon menggigit bibir bawahnya, lelaki tersebut kemudian mengusap wajahnya kasar sejenak. Matanya hitam pekatnya kembali menatap kearah Athaya. Athaya semakin bingung, Aroon mendesah pelan,"A ... ada yang pengen gue omongin," Aroon berujar. Athaya menekuk wajahnya,"Perasaan dari lo ngomongnya gitu doang," protes Athaya. Anisa dan Angela tengah berdiri dari kejauhan, menatap kedua insan tersebut dengan penasaran. Aroon memejam matanya sejenak,"Masalah pribadi Tha." Athaya berpikir sebentar, lalu menganggukkan kepalanya,"Oh lo mau curh

