"Atha gak selera makan." Athaya menatap keluar jendela kamarnya, ditatapanya dua pasang merpati disangkarnya. Ia menopangkan dagunya dengan sebelah telapak tangan kanannya, mood-nya sangat tidak mendukung saat ini. Kepergian Azka membuatnya merasa benar-benar sendiri. Abel meletakkan sepiring nasi goreng diatas nakas, pasalnya Athaya adalah seorang gadis lemah yang sering diserang penyakit, sekarang saja wajah Athaya sudah terlihat pucat. Abel mengusap punggung anak gadisnya itu, ia tau apa yang Athaya rasakan saat ini, masa remaja memang indah untuk jatuh cinta tapi jatuhnya tetaplah menyakitkan. "Gak semua cinta itu harus kapelan Tha, gak semua happy ending selalu terdapat tawa di dalamnya, dan gak semua Sad ending selalu menyakitkan." Athaya masih diam tak menggubris, fajarnya tel

