Athaya tengah berjalan santai melewati koridor sekolah bersama Aroon, entah kenapa perasaan Athaya akhir-akhir ini terasa hampa, walaupun Aroon selalu bersamnya, tapi tetap saja yang Athaya butuhkan bukan lelaki itu. "Tha muka lo kok di tekuk mulu?" Aroon menaikkan sebelah alisnya kearah Athaya, Athaya hanya menggelengkan kepalanya, ia sedang tak ingin di ganggu saat ini. "Tha." Athaya memberhentikan lamgkahnya, sudut matanya menatap sendu kearah lelaki yang sangat ia rindukan sekaligus yang tak ingin ia temui. "Atha gak mau diganggu, mending lo pergi deh,"usir Aroon secara terang-terangan. Azka tak mendengarkan lelaki tersebut, ia masih setia berdiri dihadapan Athaya, dengan susah payah Athaya belajar untuk melupakan Azka, tapi hanya dalam mengingat wajahnya mampu mengembalikan semu

