Secara mengejutkan Mas Farid datang di siang hari saat aku dan anak-anak tengah menyantap makan. Lelaki itu membuka pintu dengan kasar, berdiri sambil menyapu pandangannya dengan wajah yang sangat sebal, lalu saat kami melihatnya, dia hanya mendengus seperti sapi kepanasan. "Kenapa dia Bun?" "Ga tahu," balasku. Aku bangkitkan diriku dari tempat duduk lalu mencuci tangan ini di wastafel, kuhampiri lelaki yang pernah sangat kucintai itu dengan berbagai rasa penasaran di hatiku tentang mengapa dia tiba-tiba datang ke rumah. "Setelah memutuskan perg, aku kaget kau datang lagi." "Harusnya kau senang dengan keputusan yang diambil ayahku di mana semuanya memihak kalian." "Dan aku juga percaya kau adalah pria yang cerdik, kau bisa lakukan apapun untuk melindungi kekasihmu itu." Brak! Lel

