Aku masih terisak pilu di ruang tamu, sambil berusaha menahan rintihan hatiku yang terus teringat akan kata-kata Mas Farid yang menyakitkan. Benalu! Numpang hidup ! Jangan menyusahkannya. Bebaskan dia bahagia demi kenangan yang pernah ada! Enak hidup enak di masa tua meski tanpa Cinta! Tetap jadi beban dan tidak punya rasa malu! Inti dari hal-hal yang dia sampaikan kepadaku siang tadi membuatku tidak bisa menahan kekecewaan dan air mata. Tidak habis pikir dan terus kupertanyakan pada diriku sendiri, Mengapa orang yang dulu sangat mencintai dan menomor-satukan keluarga, tiba-tiba mencampakkan kami begitu saja bahkan lebih buruk dari sampah. Bahkan sampah pun diperlakukan dengan baik, dengan hati hati, sampai mereka benar-benar tiba di pembuangan akhir! "Bunda...." Cindy datang m

