"Akan kubuktikan padamu bahwa aku bisa membuat mas Farid lupa diri hanya dengan satu kedipan." Sepertinya dia tidak mau kalah saing atau diremehkan. "Tidak usah, kau tidak perlu repot-repot. Aku tahu kau adalah p*****r kelas atas yang tidak bisa disaingi dalam hal menundukkan hati laki-laki. Keluarlah dari ruanganku karena aku harus melanjutkan pekerjaan. Penting bagiku untuk menyelesaikan laporan." "Aku sudah bilang... kau tidak perlu repot-repot bekerja, karena kehadiranmu di sini tidak dianggap," jawabnya pongah, dia kembali mengulang perkataan yang sama. Aku tak lagi menjawab hanya kupencet tombol merah di gagang telepon kantor agar petugas keamanan segera datang. "Ya Bu...." Jawaban di monitor dari seberang sana mencoba mengkonfirmasi panggilanku. "Satpam, ada pengganggu di k

